Demo Mahasiswa Trisakti Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Tri Sakti Melakukan Aksi Unjuk Rasa (Sumber: Wahyu/detik.com)

Mahasiswa Tri Sakti Melakukan Aksi Unjuk Rasa (Sumber: Wahyu/detik.com)

Jakarta, iNBrita.com — Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa menuju kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Mereka membawa tiga tuntutan utama yang dikenal sebagai Tri Tuntutan Rakyat atau Tritura.

Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti menginisiasi aksi tersebut untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan, mereka  berkumpul di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, mulai pukul 10.00 WIB. Organisasi mahasiswa menyebarkan informasi mengenai agenda tersebut melalui media sosial.

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan Utama

Membawa tiga tuntutan yang menyoroti pemulihan kondisi nasional, kompetensi pejabat publik, dan supremasi sipil.

Ketiga tuntutan tersebut meliputi:

  1. Memulihkan sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.
  2. Memberantas inkompetensi pejabat negara dan menghapus rangkap jabatan pejabat publik.
  3. Menegakkan supremasi sipil dalam penyelenggaraan negara.

Melalui tuntutan pertama,  meminta pemerintah memulihkan berbagai sektor yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Mereka menyoroti persoalan ekonomi, perlindungan lingkungan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Mahasiswa juga mengangkat persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Mereka menilai pemulihan ekologi perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kondisi nasional.

Dalam tuntutan kedua, mendesak pemerintah mengevaluasi kompetensi pejabat negara. Mereka juga meminta pemerintah menghapus praktik rangkap jabatan di lingkungan pejabat publik demi mendorong profesionalisme dan akuntabilitas pemerintahan.

Melalui tuntutan ketiga, mahasiswa mendorong pemerintah memperkuat supremasi sipil dalam penyelenggaraan negara. Mereka menekankan pentingnya menempatkan otoritas sipil sesuai prinsip demokrasi dan ketentuan hukum.

Polisi Siagakan Personel di Kawasan Istana

Kepolisian menyiagakan personel di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Petugas menyiapkan perlengkapan pengamanan dan kendaraan pendukung guna mengantisipasi pergerakan massa.

Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 12.00 WIB, mahasiswa masih bergerak menuju lokasi aksi. Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar jalur demonstrasi.

Petugas mengawal kegiatan tersebut sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan pusat pemerintahan. Polisi menyesuaikan pola pengamanan dan pengaturan lalu lintas dengan perkembangan situasi di lapangan.

Mahasiswa Gelar Aksi di Tengah Demonstrasi Jakarta

Mahasiswa Trisakti menggelar aksi di tengah rangkaian penyampaian aspirasi masyarakat di Jakarta. Sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2026), sejumlah kelompok menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Pada Kamis (29/10/2026), kelompok mahasiswa dan masyarakat lainnya juga merencanakan demonstrasi di beberapa titik ibu kota. Kepolisian menyiagakan personel untuk mengawal kegiatan tersebut dan menjaga ketertiban di sekitar lokasi aksi.

Melalui Tritura, mahasiswa Trisakti mendesak pemerintah memulihkan sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan. Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi kompetensi pejabat negara, menghapus praktik rangkap jabatan, serta memperkuat supremasi sipil.

Hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan resmi pemerintah yang terkonfirmasi mengenai seluruh tuntutan mahasiswa Universitas Trisakti.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Semen Padang Raih Apresiasi atas Aksi Tanggap Bencana.
Operasi Patuh 2026, Polisi Bidik 11 Pelanggaran Lalu Lintas
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik
Karhutla Bromo, Enam Orang Meninggal Dunia
SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Demo Mahasiswa Trisakti Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:00 WIB

PT Semen Padang Raih Apresiasi atas Aksi Tanggap Bencana.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Operasi Patuh 2026, Polisi Bidik 11 Pelanggaran Lalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Hunter’s Moon 26 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Karhutla Bromo, Enam Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda menghadiri pelepasan kafilah Kerinci menuju MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.

KERINCI

Bupati Monadi Lepas 78 Kafilah ke MTQH ke-55 Provinsi Jambi

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:00 WIB

Mahasiswa Tri Sakti Melakukan Aksi Unjuk Rasa (Sumber: Wahyu/detik.com)

Nasional

Demo Mahasiswa Trisakti Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:00 WIB

tanggal nya gabung
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro saat menyosialisasikan program POLIRAN di BLK Kabupaten Kerinci, Kamis (29/10/2026).

KERINCI

Polres Kerinci Gelar Program POLIRAN di BLK Kerinci

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi kondisi cuaca ekstrem di wilayah Kerinci menjelang awal musim hujan pada pertengahan November.

KERINCI

Jelang Musim Hujan, BMKG Kerinci Imbau Warga Tetap Waspada

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:00 WIB

IHSG melemah 2,64% pada sesi pertama di tengah tekanan pasar saham dan arus keluar dana investor asing.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

IHSG Anjlok 2,64%, Investor Asing Tarik Dana Rp 5,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:00 WIB