Jakarta, iNBrita.com – Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa memulai babak baru dalam rumah tangganya setelah bertemu langsung. Insanul memeluk anak-anaknya dengan haru saat pertama kali bertemu istri sah dan anak-anaknya di tengah isu negatif yang sempat beredar. Meski momen itu penuh emosional, kedua pihak langsung membahas kelanjutan rumah tangga mereka. Wardatina menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan maaf secara otomatis.
Syarat Wardatina untuk Memperbaiki Hubungan
Wardatina menetapkan dua syarat yang harus dipenuhi Insanul agar bisa memperbaiki hubungan. Kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, menjelaskan bahwa orang yang tulus menurunkan egonya saat meminta maaf. Tommy menegaskan bahwa Insanul datang dengan niat tulus untuk meminta maaf.
“Keluarga sudah melihat niat tulus Insan. Mawa belum mengucapkan sepatah kata, tetapi keluarganya menghentikan perseteruan,” ujar Tommy.
Wardatina meminta Insanul memohon maaf secara terbuka di hadapan media. Ia ingin Insanul memulihkan nama baik keluarga yang terdampak pernyataan liar dan memastikan niat tulus Insanul terlihat publik.“Insanul harus meminta maaf secara terbuka kepada Mawa dan keluarganya melalui media agar niatnya benar-benar tulus,” kata Tommy.
Wardatina juga meminta Insanul menunjukkan bukti pernikahan siri dengan Inara Rusli. Ia ingin memastikan pernikahan sah terjadi pada 7 Agustus 2025, sehari sebelum rekaman CCTV muncul pada 8 Agustus yang menimbulkan dugaan perselingkuhan. “Tommy menjelaskan, “Jika nikah siri terjadi pada 7 Agustus, Insanul harus tunjukkan bukti. Jika tidak, tanggal 8 Agustus akan dianggap perselingkuhan.”
Persiapan Bukti dan Pertemuan Lanjutan
Insanul dan timnya berencana menyiapkan bukti nikah siri, keterangan saksi, dan ustaz yang hadir dalam prosesi untuk diserahkan pada pertemuan lanjutan pekan depan.
Langkah Awal Menentukan Masa Depan
Pertemuan awal ini menjadi langkah penting bagi kedua pihak untuk menilai apakah mereka bisa memperbaiki hubungan atau menghadapi konsekuensi hukum dan pribadi
Insanul menunjukkan kesungguhan dan kesediaan menanggung konsekuensi, sementara Wardatina menegaskan perlunya bukti konkret sebelum memutuskan langkah berikutnya.Pertemuan ini menjadi babak awal untuk menilai apakah rumah tangga mereka bisa dipulihkan atau harus berakhir dengan keputusan hukum dan pribadi yang tegas.
(*)














