Emosi Terpendam Dapat Picu Risiko Kanker

Stres berat dan depresi berkepanjangan dapat memicu peradangan tubuh yang berisiko terhadap perubahan sel secara genetik.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emosi yang dipendam bisa memicu kanker. Foto: Getty Images/m-gucci

Emosi yang dipendam bisa memicu kanker. Foto: Getty Images/m-gucci

Benarkah Emosi Terpendam Dapat Memicu Kanker?

Jakarta, iNBrita.com — Belakangan ini, media sosial kembali membahas isu emosi yang dipendam dan kaitannya dengan risiko kanker. Menanggapi hal tersebut, spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi, Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, menyatakan bahwa pernyataan itu memang memiliki dasar, tetapi tidak dapat disimpulkan secara sederhana.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua emosi yang seseorang pendam akan memicu kanker. Sebaliknya, kondisi yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang mengalami stres berat berkepanjangan atau depresi, bukan stres ringan yang terjadi sehari-hari.

“Dengan kata lain, risiko muncul ketika seseorang mengalami luapan emosi yang terus berlangsung hingga berkembang menjadi depresi dan stres berat,” ujarnya dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Beijing Hidupkan Lagi Budaya Sepeda Ramah Lingkungan

Bagaimana mekanismenya terjadi ?

Lebih lanjut, Dr. Andhika menjelaskan bahwa saat seseorang mengalami depresi, tubuh akan melepaskan sitokin pro-inflamasi. Zat ini kemudian memicu peradangan di dalam tubuh.

Akibatnya, peradangan yang berlangsung lama mengganggu keseimbangan tubuh dan meningkatkan suhu tubuh. Pada kondisi ini, sel-sel tubuh mengalami tekanan lingkungan yang tidak normal.

Seiring waktu, kondisi tersebut mendorong perubahan pada materi genetik sel. Jika proses ini berlanjut, kerusakan genetik tersebut mengubah protein sel dan berpotensi membentuk sel kanker.

Proses tidak terjadi secara instan

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak langsung menyebabkan kanker. Sebaliknya, tubuh membutuhkan waktu panjang serta rangkaian mekanisme kompleks sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi kanker.

Baca Juga :  Jalin Kebersamaan Milenial Al Azhar Nonton Bola Bareng

Selain itu, faktor lain juga memengaruhi risiko kanker, seperti gaya hidup tidak sehat, faktor keturunan, dan lingkungan. Oleh karena itu, emosi tidak berdiri sebagai satu-satunya penyebab.

Upaya pencegahan kanker

Dengan demikian, seseorang perlu menjaga kesehatan mental untuk menurunkan risiko. Misalnya, seseorang dapat mengelola stres, berolahraga secara rutin, serta melakukan aktivitas rekreasi seperti berjalan-jalan atau bersantai.

Pada akhirnya, seseorang yang menjaga keseimbangan fisik dan mental akan lebih mampu menurunkan risiko berbagai penyakit.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Ketua DPRD Hutri Randa menghadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh

Senin, 31 Agu 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan SK pengangkatan PNS Formasi 2024 secara simbolis

SUNGAI PENUH

195 PNS Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota

Senin, 31 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi melantik 579 pejabat fungsional ASN, Senin (31/8/2026). Foto Kerinci Satu.

KERINCI

Pelantikan 579 ASN Perkuat Birokrasi Kabupaten Kerinci

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerahkan penghargaan kepada penerima prestasi di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (31/8/2026).

KERINCI

Wako Alfin Bangga, Sungai Penuh Panen Prestasi Nasional

Senin, 31 Agu 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agu 2026 - 11:00 WIB