Ferrari Luce: Mobil Listrik Pertama Ferrari
Jakarta, iNBrita.com — Ferrari meluncurkan mobil listrik pertamanya yang bernama Luce. Menariknya, mobil ini langsung menarik perhatian karena Ferrari menghadirkan desain yang sangat berbeda dibandingkan bahasa desain mereka sebelumnya yang identik dengan mobil sport bermesin bensin yang agresif dan rendah.
Selain itu, Ferrari menggandeng studio desain LoveFrom milik Jony Ive dan Marc Newson untuk menggarap desain Luce. Oleh karena itu, kolaborasi ini menghasilkan pendekatan desain yang lebih minimalis dengan konsep “glass house” yang bersih dan modern.
Desain Eksterior yang Futuristis
Lebih lanjut, Luce menampilkan kaca kabin yang sangat luas, dan Ferrari menambahkan sayap aerodinamis yang tampak melayang di bagian depan serta belakang. Selain itu, Ferrari juga memasang pintu baris kedua bergaya suicide doors seperti Rolls-Royce untuk memperkuat kesan mewah dan futuristis. Di sisi lain, Ferrari memasang velg berukuran besar, yaitu 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, yang sekaligus menjadi ukuran terbesar yang pernah mereka gunakan pada mobil jalan raya.
Menariknya lagi, Ferrari membuat Luce mampu menampung hingga lima penumpang. Dengan demikian, Ferrari menghadirkan model yang lebih praktis dibandingkan Ferrari pada umumnya.
Sistem Penggerak Empat Motor Listrik
Dari sisi performa, Ferrari tidak menggunakan motor listrik pasaran. Sebaliknya, Ferrari membekali Luce dengan empat motor listrik radial flux—masing-masing roda memiliki satu motor—yang Ferrari kembangkan sendiri di Maranello. Teknologi ini Ferrari ambil inspirasinya dari hypercar Ferrari F80 dan mobil balap Formula 1 mereka.
Kemudian, Ferrari menghasilkan tenaga yang sangat besar melalui konfigurasi ini. Motor depan menghasilkan 282 HP (210 kW), sedangkan motor belakang menghasilkan 831 HP (620 kW). Jika pengemudi mengaktifkan mode Boost, sistem ini menghasilkan total tenaga 1.035 hp. Meskipun begitu, mobil ini tetap mampu melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,5 detik meskipun berbobot sekitar 2.260 kg.
Teknologi Suspensi dan Kendali Canggih
Namun demikian, Ferrari tetap menjaga kelincahan mobil ini meskipun bobotnya mendekati 2,5 ton. Ferrari menggunakan suspensi aktif generasi ketiga serta sistem four-wheel steering yang membuat keempat roda ikut berbelok. Di samping itu, Ferrari juga mengandalkan sistem torque vectoring yang membagi tenaga ke setiap roda dalam hitungan milidetik sehingga mobil tetap terasa ringan dan responsif.Pengembangan In-House dan Strategi Nilai Jual
Selain itu, Ferrari mengembangkan seluruh komponen Luce secara in-house. Dengan cara ini, Ferrari memastikan proses perawatan dan perbaikan di masa depan tetap bisa mereka tangani langsung, sehingga nilai jual kembali mobil tetap terjaga.
Di sisi lain, CEO Ferrari Benedetto Vigna menjelaskan bahwa Ferrari mengembangkan Luce selama sekitar lima tahun. Sementara itu, Ferrari mengambil nama “Luce” yang berarti “cahaya” dalam bahasa Italia untuk menandai era baru elektrifikasi mereka.
Sistem Suara Getaran Asli
Tak hanya itu, Ferrari juga memilih pendekatan berbeda untuk sistem suara. Ferrari tidak menggunakan suara buatan dari speaker seperti banyak mobil listrik lain. Sebagai gantinya, Ferrari menangkap getaran asli komponen melalui sensor accelerometer di poros roda belakang, lalu Ferrari menguatkan getaran tersebut menjadi suara di kabin, mirip cara kerja gitar listrik. Selain itu, pengemudi tetap bisa mengatur volume suara tersebut.
Terakhir, Ferrari membuka pemesanan Luce di Eropa pada akhir tahun ini dengan harga sekitar €520.000 atau setara kurang lebih Rp 12 miliar. Sementara itu, Ferrari menjadwalkan distribusi ke Amerika Serikat dan pasar global lainnya mulai kuartal kedua 2027.









