Kerinci, iNBrita.com – Puluhan guru madrasah swasta di Kabupaten Kerinci menggelar aksi damai di depan gedung DPRD, Rabu (1/10).
Mereka menuntut agar pemerintah menyetarakan status mereka dengan guru honorer di madrasah negeri dan memberi kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Para guru menilai regulasi saat ini tidak adil. Mereka menyatakan meskipun mengajar dan mendidik anak bangsa sama seperti guru negeri, mereka tidak mendapatkan peluang yang setara untuk mengikuti seleksi PPPK maupun program PPPK Paruh Waktu.
“Kami ingin diperlakukan setara. Tugas kami mendidik anak bangsa sama seperti guru negeri,” tegas seorang guru, disambut sorakan dukungan dari rekan-rekannya.
Ketua DPRD Kerinci, Irwandri, menemui para guru dan menyatakan dukungan penuh. Ia berjanji akan segera menyampaikan tuntutan mereka ke Kementerian Agama hingga ke tingkat pusat.
“Kami akan menyurati Kemenag agar tuntutan ini segera ditindaklanjuti. Perjuangan bapak dan ibu kami dukung sepenuhnya,” ujar Irwandri di hadapan massa aksi.
Aksi ini menarik perhatian dari masyarakat, dan berharap langkah mereka hari ini membuka jalan bagi kebijakan yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia.
(*)














