Jakarta, iNBrita.com – Media sosial kembali diramaikan oleh camilan baru, Flying Choco. Jajanan ini viral karena penggunanya merasa “terbang” atau sangat rileks setelah memakannya.
Pantauan detikcom di TikTok menunjukkan Flying Choco berbentuk bulat kecil dan habis dalam satu gigitan. Penjual menyebut bahan-bahannya 100 persen rempah dapur.
“100 persen rempah dapur asli,” tulis salah satu penjual, Minggu (25/1/2026).
Akibat klaim tersebut, banyak orang khawatir produk ini mengandung zat berbahaya, termasuk narkotika.
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa Flying Choco mengandung rempah tertentu. Dia menambahkan, “Penjual menawarkan produk ini sebagai cokelat rempah.”Konsumen bisa merasakan relaksasi atau suasana hati lebih senang saat menikmatinya bersama teman.”
Selain itu, istilah “terbang” bukan efek narkotika. Orang-orang menyebutnya ‘terbang’ karena cokelat dan bahan tambahan tertentu meningkatkan suasana hati serta menimbulkan ketenangan, mirip efek hormon kebahagiaan seperti serotonin dan endorfin.
Tren Flying Choco muncul di TikTok dan Instagram sejak Januari 2026, dan pengguna sering menambahkan tagar #flyingchoco serta #rempahnoesantara.
Hingga saat ini, BNN belum menerima laporan resmi maupun hasil uji laboratorium terkait produk ini.
Suyudi menegaskan, efek “melayang” jarang muncul dari makanan biasa. Oleh karena itu, konsumen perlu menunggu hasil uji ilmiah agar dapat memastikan produk aman dan bebas zat terlarang.
BNN juga akan berkoordinasi dengan BPOM dan aparat hukum jika menemukan indikasi pelanggaran atau penggunaan bahan ilegal, tutupnya.
(tim*)














