Gempa M 7,8 di Filipina Tewaskan 41 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
Gempa Picu Kerusakan Luas
Manila , iNBrita.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6) menewaskan puluhan orang dan memicu kerusakan besar di sejumlah daerah di Pulau Mindanao.
Gempa terjadi sekitar pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat guncangan berada di lepas pantai Provinsi Sarangani. Guncangan kuat tersebut merobohkan bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air bersih, serta memicu tanah longsor di beberapa lokasi. Selain itu, otoritas setempat sempat mengeluarkan peringatan tsunami sebagai langkah antisipasi.
Korban Tewas dan Luka Terus Bertambah
Sementara itu, hingga Selasa (9/6), otoritas mencatat sedikitnya 41 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Data dari berbagai pemerintah daerah menunjukkan sebagian besar korban berasal dari wilayah Soccsksargen, termasuk Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan. Di sisi lain, wilayah Davao juga melaporkan sejumlah korban jiwa.
Menurut pejabat Kantor Pertahanan Sipil Filipina, reruntuhan bangunan dan struktur yang ambruk saat gempa berlangsung menyebabkan sebagian besar korban meninggal. Tak hanya itu, tim penyelamat masih mencari empat orang yang hingga kini belum ditemukan.
Selain menewaskan puluhan orang, gempa tersebut juga melukai ratusan warga. Otoritas setempat mencatat sedikitnya 479 orang mengalami cedera, dengan 456 korban luka berasal dari wilayah Davao.
Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Lebih lanjut, gempa ini memengaruhi sekitar 88.000 warga di berbagai daerah di Mindanao bagian selatan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 22.000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga kini, banyak warga masih bertahan di area terbuka karena khawatir terhadap gempa susulan dan meragukan keamanan bangunan yang mereka tinggali.
Adapun tim pencarian dan penyelamatan terus memusatkan operasi di Kota General Santos dan Provinsi Sarangani yang mengalami dampak paling parah. Namun demikian, kondisi medan yang sulit memperlambat proses evakuasi karena petugas hanya dapat menjangkau beberapa wilayah di Sarangani dengan helikopter.
Infrastruktur Rusak dan Gempa Susulan Berlanjut
Di samping itu, serangkaian gempa susulan terus mengguncang wilayah terdampak. Bahkan, beberapa gempa susulan berkekuatan cukup besar terjadi sekitar dua jam setelah gempa utama, kemudian ratusan getaran kecil menyusul setelahnya.
Dari sisi infrastruktur, gempa tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup luas. Otoritas setempat melaporkan sembilan jembatan dan 19 ruas jalan mengalami kerusakan. Selain itu, gempa merusak 1.889 rumah, dengan sekitar 1.500 unit di antaranya hancur total.
Dengan besarnya dampak yang ditimbulkan, pemerintah daerah bersama tim penyelamat terus melakukan evakuasi, menangani para korban, dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di berbagai wilayah Mindanao.
(eny)









