Jakarta, iNBrita.com — Cristiano Ronaldo memilih tidak bermain bersama Al Nassr sebagai bentuk protes. Ia menilai Public Investment Fund (PIF) tidak memperlakukan klubnya secara adil dibandingkan klub-klub lain di Liga Arab Saudi.
Situasi ini muncul ketika klub-klub rival yang juga berada di bawah kepemilikan PIF aktif berbelanja pemain. Al Hilal berhasil merekrut Karim Benzema dari Al Ittihad pada bursa transfer musim dingin 2026. Benzema memutuskan hengkang setelah merasa kecewa dengan kebijakan kontrak Al Ittihad yang tidak memberinya gaji pokok dalam perpanjangan kontrak. Klub hanya menawarkan bayaran dari hak citra, yang meski bernilai besar, tetap Benzema anggap janggal.
Sebaliknya, Al Nassr nyaris tidak bergerak di bursa transfer. Manajemen klub hanya mendatangkan satu pemain, Haydeer Abdulkareem, gelandang muda asal Irak. Kondisi ini berbeda jauh dengan Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad yang agresif memperkuat skuad mereka.
Media Portugal Record melaporkan bahwa kondisi tersebut memicu kekecewaan Ronaldo. Sang megabintang merasa dirinya layak memperoleh penghormatan lebih atas kontribusinya dalam mengangkat sepak bola Arab Saudi ke level global.
Selain berperan di lapangan, Ronaldo juga menerima tugas sebagai duta Piala Dunia 2034 yang akan digelar di Arab Saudi. Ia membantu meningkatkan visibilitas dan daya tarik kompetisi tersebut di mata dunia.
Atas dasar itu, Ronaldo menolak tampil dalam laga melawan Al Riyadh. Pertandingan tersebut tetap berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim asuhan Jorge Jesus. Meski begitu, Ronaldo tetap fokus mengejar target membawa Al Nassr meraih gelar liga pertamanya serta mencapai ambisi pribadi mencetak 1.000 gol sepanjang karier.
Hingga kini, Ronaldo belum menyampaikan pernyataan resmi. Ia masih terikat kontrak bersama Al Nassr hingga musim panas 2027.
Kabarnya, Ronaldo dan manajemen Al Nassr telah menggelar pertemuan tertutup tanpa kehadiran media. Kedua pihak kini berupaya mencari jalan tengah terbaik demi masa depan kerja sama mereka.
(vvr)














