Home / Pendidikan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:30 WIB

Gerakan Ayah Ambil Rapor Dorong Peran Orang Tua

Ilustrasi ayah mengambil rapot anak. (Foto Pexels)

Ilustrasi ayah mengambil rapot anak. (Foto Pexels)

Jakarta, iNBrita.com  — Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah ramai dibicarakan publik menjelang akhir semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Banyak orang mencari informasi tentang program ini melalui mesin pencarian Google. Pemerintah menggagas gerakan tersebut untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.

Pemerintah menetapkan gerakan ini melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025. Aturan ini mengajak para ayah datang langsung ke sekolah saat pembagian rapor. Sasaran gerakan mencakup anak usia PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

Baca juga :   AKBP Ramadhanil Pimpin Upacara, Sampaikan Pesan Positif

Pelaksanaan gerakan dimulai pada Desember 2025. Ayah dapat menyesuaikan kehadiran dengan jadwal pengambilan rapor di sekolah masing-masing. Kehadiran ayah memberi kesempatan untuk berdialog dengan guru. Ayah juga dapat memahami perkembangan akademik dan sikap anak di lingkungan sekolah.

Pemerintah memberikan dispensasi keterlambatan masuk kantor bagi ayah yang mengikuti kegiatan ini. Kebijakan tersebut bertujuan agar ayah tidak ragu meluangkan waktu. Pemerintah berharap tempat kerja mendukung peran ayah dalam pengasuhan anak.

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan bahwa gerakan ini menjawab persoalan fatherless di Indonesia. Ia menegaskan bahwa fatherless tidak hanya soal ketiadaan fisik ayah. Kurangnya keterlibatan emosional juga menjadi bagian dari masalah tersebut.

Baca juga :   3 Februari 2026 – Kode Redeem Mobile Legends dan Skin Hilda

Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2025 menunjukkan 25,8 persen keluarga memiliki anak dalam kondisi fatherless. Faktor ekonomi menjadi penyebab utama. Masalah pekerjaan dan perceraian juga memperbesar risiko tersebut.

Kondisi fatherless dapat memicu berbagai dampak negatif. Anak berisiko mengalami penurunan prestasi belajar. Sebagian anak menunjukkan perilaku agresif dan terlibat aktivitas berisiko. Melalui gerakan ini, ayah dapat menunjukkan kehadiran nyata. Langkah sederhana ini memberi dukungan penting bagi tumbuh kembang anak.

(eni)

Berita ini 61 kali dibaca

Share :

Baca Juga

IAI edukasi remaja mengenai bahaya penyalahgunaan obat di sekolah.

Pendidikan

World Pharmacist Day, IAI Edukasi Siswa SMANSA Sungai Penuh
Kepala SD 004/XI Pelayang Raya, Lenza Hasmita, menerima penghargaan Juara 1 Sekolah Berprestasi dari Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH.

Pendidikan

SD 004/XI Pelayang Raya Juara 1 Sekolah Berprestasi

Pendidikan

Miris SDN 016/X1 Talang Lindung Kota Sungai Penuh Punya Murid 8 Orang
Ilustrasi siswa SD dan SMP menerima beasiswa PIP di Sungai Penuh dari keluarga PKH untuk mendukung pendidikan

Pendidikan

Ribuan Siswa Sungai Penuh Terima Beasiswa PIP
Ilustrasi lima hewan tangguh yang mampu bertahan di kondisi ekstrem seperti beruang air, semut, ikan lumpur, kalajengking, dan kecoa.

Pendidikan

Hewan Tangguh Bertahan Hidup Saat Bencana Alam
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah memimpin apel Hari Santri Nasional di Lapangan MAN 1 Sungai Penuh

Pendidikan

Wawako Azhar Hamzah Pimpin Upacara Hari Santri

Nasional

Kepala RRI Jambi: Kartini RRI Teruslah Exis Maju dan Pemersatu Bangsa
Kepala BSKAP Kemendikdasmen Toni Toharudin memberikan keterangan pers tentang pengawasan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jakarta.

Pendidikan

Kemendikdasmen Tegaskan Tak Ada Toleransi Kecurangan TKA