Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah Pembela Rasulullah SAW

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana Jazirah Arab pada masa awal Islam, menggambarkan latar sejarah perjuangan Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah.

Ilustrasi suasana Jazirah Arab pada masa awal Islam, menggambarkan latar sejarah perjuangan Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah.

Jakarta, iNBrita.com – Hamzah bin Abdul Muthalib menorehkan sejarah penting dalam perjuangan Islam melalui keberanian, kesetiaan, dan pengorbanannya. Paman sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW ini berdiri di sisi Rasulullah ketika kaum Quraisy melancarkan berbagai tekanan terhadap dakwah Islam di Makkah.

Masyarakat mengenal Hamzah sebagai sosok pemberani yang tidak gentar menghadapi lawan. Keberanian dan keteguhannya membuat orang-orang menjulukinya Asadullah atau Singa Allah. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga menunjukkan kesungguhan dalam membela Rasulullah SAW dan mempertahankan keyakinannya.

Perjalanan hidup Hamzah memperlihatkan perubahan besar dalam dirinya. Ia mengawali perjalanan sebagai sosok yang terkenal tangguh, kemudian memilih Islam dan mengabdikan keberanian serta kemampuannya untuk memperjuangkan agama tersebut.

Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri mengulas peran penting Hamzah dalam buku Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad: Dari Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir. Dalam buku tersebut, ia menjelaskan bahwa keislaman Hamzah turut memperkuat posisi kaum muslimin di Makkah.

Kedekatan Hamzah dengan Rasulullah SAW

Hamzah merupakan putra Abdul Muthalib dari Haulah binti Wuhaib. Ia memiliki hubungan dekat dengan Nabi Muhammad SAW karena menjadi paman sekaligus saudara sepersusuan Rasulullah.

Sejak sebelum memeluk Islam, Hamzah telah menunjukkan keberanian dan keterampilan bertarung. Kemampuannya dalam berburu serta menggunakan senjata membuat masyarakat Quraisy menghormatinya dan memperhitungkan kekuatannya.

Ridwan Abqary menggambarkan keberanian Hamzah dalam buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur’an. Sementara itu, Abdul Wadud Kasyful Humam mengulas kedekatan Hamzah dengan Rasulullah SAW dalam buku 40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karamah.

Kedekatan tersebut mendorong Hamzah untuk membela Rasulullah ketika seseorang menghina beliau. Ia tidak rela melihat keponakannya menghadapi penghinaan tanpa perlawanan.

Hamzah bin Abdul Muthalib Menghadapi Abu Jahal

Salah satu peristiwa penting dalam perjalanan Hamzah menuju Islam terjadi ketika Abu Jahal menghina Nabi Muhammad SAW. Seorang perempuan yang menyaksikan kejadian itu kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada Hamzah.

Setelah mendengar cerita tersebut, Hamzah segera mendatangi Abu Jahal yang sedang berkumpul bersama sejumlah pemuka Quraisy. Ia langsung menghadapi Abu Jahal tanpa memedulikan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Hamzah meluapkan kemarahannya karena Abu Jahal telah menghina Rasulullah. Ia bahkan memukul Abu Jahal hingga terluka, sebagaimana diceritakan dalam buku Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad karya Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Tindakan Hamzah mengejutkan para pemuka Quraisy yang menyaksikan peristiwa itu. Di hadapan mereka, Hamzah menyatakan keberpihakannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidup Hamzah. Awalnya, kemarahan mendorongnya untuk membela Rasulullah. Namun, ia kemudian memantapkan hati untuk memeluk Islam dan menjadikan keyakinan itu sebagai dasar perjuangannya.

Keislaman Hamzah Memperkuat Kaum Muslimin

Setelah memeluk Islam, Hamzah secara terbuka mendukung dakwah Rasulullah SAW. Ia menggunakan keberanian dan kedudukannya di tengah masyarakat untuk membantu kaum muslimin menghadapi tekanan dari kaum Quraisy.

Kehadiran Hamzah memberikan semangat kepada umat Islam yang saat itu menghadapi berbagai ancaman. Kaum Quraisy juga harus memperhitungkan keberadaan Hamzah karena mereka mengenal kekuatan dan keberaniannya.

Hamzah tidak lagi sekadar membela Rasulullah karena hubungan keluarga. Ia memilih untuk memperjuangkan Islam dan mendampingi Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai tantangan.

Keputusan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam kehidupannya. Hamzah mengarahkan keberaniannya untuk membela keyakinan dan mendukung perjuangan kaum muslimin.

Hamzah Menunjukkan Keberanian dalam Perang Badar

Pada tahun kedua Hijriah, Hamzah ikut berjuang bersama kaum muslimin dalam Perang Badar. Pertempuran tersebut mempertemukan pasukan Islam dengan pasukan Quraisy setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Hamzah menghadapi pasukan Quraisy dengan keberanian yang telah menjadi ciri khasnya. Ia membantu kaum muslimin menghadapi lawan dalam pertempuran besar yang akhirnya dimenangkan oleh umat Islam.

Rizem Aizid membahas keberanian Hamzah dalam buku Dua Pedang Pembela Nabi SAW. Hamzah tampil sebagai salah satu pejuang yang turut mempertahankan kaum muslimin ketika mereka menghadapi pasukan Quraisy.

Kemenangan di Badar memperkuat kedudukan kaum muslimin. Namun, kekalahan itu juga memicu kemarahan pihak Quraisy. Sejumlah tokoh mereka gugur dalam pertempuran tersebut, sehingga banyak pihak ingin membalas kekalahan mereka.

Peristiwa Badar kemudian menjadi salah satu latar belakang meningkatnya ketegangan antara kaum Quraisy dan kaum muslimin. Ketegangan itu akhirnya membawa kedua pihak kembali berhadapan dalam Perang Uhud.

Wahsyi Membunuh Hamzah dalam Perang Uhud

Pada tahun ketiga Hijriah, pasukan Quraisy kembali menghadapi kaum muslimin dalam Perang Uhud di sekitar Gunung Uhud, dekat Madinah. Hamzah kembali turun ke medan perang untuk membela Rasulullah SAW dan mempertahankan kaum muslimin.

Di tengah pertempuran, Wahsyi bin Harb mengincar Hamzah. Sejumlah riwayat sejarah menyebutkan bahwa Wahsyi menerima janji pembebasan dari perbudakan apabila berhasil membunuh Hamzah.

Wahsyi mengamati pergerakan Hamzah dari kejauhan sambil menunggu kesempatan untuk menyerang. Ketika memperoleh peluang, ia melemparkan tombaknya ke arah Hamzah hingga menyebabkan paman Rasulullah SAW itu gugur.

Kematian Hamzah membawa kesedihan mendalam bagi Rasulullah SAW dan kaum muslimin. Mereka kehilangan seorang pejuang yang selama ini menunjukkan keberanian serta kesetiaan dalam membela Islam.

Muhammad Raji Hasan Kinas turut mengisahkan duka atas wafatnya Hamzah dalam buku Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi: Menyimak Kisah Hidup 154 Wisudawan Madrasah Rasulullah SAW. Kisah tersebut menggambarkan betapa berat kehilangan yang dialami Rasulullah ketika pamannya gugur.

Kaum muslimin kemudian mengenang Hamzah sebagai salah satu sahabat yang mengorbankan nyawanya dalam perjuangan Islam. Keberaniannya di medan perang dan kesetiaannya kepada Rasulullah menjadikan kisah hidupnya terus mendapat tempat dalam sejarah umat Islam.

Alasan Hamzah Mendapat Julukan Singa Allah

Keberanian Hamzah dalam membela Rasulullah SAW membuat umat Islam mengenangnya dengan julukan Asadullah atau Singa Allah. Ia menghadapi para pemuka Quraisy, mendukung dakwah Nabi Muhammad SAW, dan berjuang dalam pertempuran penting seperti Badar dan Uhud.

Rizem Aizid juga menyebut Hamzah sebagai Singa Allah dan pemimpin para syuhada dalam buku Dua Pedang Pembela Nabi SAW. Sebutan tersebut menggambarkan keberanian serta pengorbanan Hamzah dalam memperjuangkan Islam.

Hamzah bin Abdul Muthalib menunjukkan bahwa keberanian tidak hanya berarti kemampuan menghadapi musuh. Ia juga memperlihatkan keberanian dalam mengambil keputusan, mempertahankan keyakinan, dan menerima risiko dari pilihan yang telah diambilnya.

Hamzah bin Abdul Muthalib mengakhiri perjuangannya di medan Perang Uhud. Meski demikian, umat Islam terus mengenang pengorbanannya sebagai bagian penting dari sejarah awal Islam. Julukan Singa Allah pun menggambarkan sosok pejuang yang mengerahkan keberanian dan kehidupannya untuk membela Rasulullah SAW serta mempertahankan agama yang diyakininya.

(*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenag Permudah Unduh Kartu Nikah Digital Lewat SIMKAH
Muhammadiyah Izinkan Investasi Kripto, Ini Syaratnya
Syarat Shalat Taubat Agar Diterima Allah SWT Menurut Ulama
Hukum Menuduh Zina Tanpa Bukti Menurut Islam
Doa Minta Hujan Lengkap Arab Latin dan Artinya
Gua Hira Saksi Turunnya Wahyu Pertama Rasulullah SAW
Penyebab Doa Belum Terkabul Meski Rutin Salat Tahajud
Bacaan Doa Akhir Tahun Islam Arab Latin Artinya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah Pembela Rasulullah SAW

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Kemenag Permudah Unduh Kartu Nikah Digital Lewat SIMKAH

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Muhammadiyah Izinkan Investasi Kripto, Ini Syaratnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:00 WIB

Syarat Shalat Taubat Agar Diterima Allah SWT Menurut Ulama

Senin, 22 Juni 2026 - 04:00 WIB

Hukum Menuduh Zina Tanpa Bukti Menurut Islam

Berita Terbaru

Lahan gambut yang menjadi fokus restorasi untuk mencegah karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan.

Nasional

BPGMN Perkuat Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi suasana Jazirah Arab pada masa awal Islam, menggambarkan latar sejarah perjuangan Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah.

Khasanah

Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah Pembela Rasulullah SAW

Jumat, 30 Okt 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi teh kemasan berbusa saat aksi demo. ( Foto AI INBRITA)

Nasional

Misteri Teh Berbusa Saat Demo, Polisi Selidiki Asal-usulnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:00 WIB

Pemancing Taklukkan Lele Raksasa, Tarung 30 Menit. Foto: Euro News

Internasional

Pemancing Jerman Tangkap Lele Raksasa, Samai Rekor Dunia

Jumat, 30 Okt 2026 - 04:00 WIB

Indocomtech 2026 menghadirkan pameran teknologi dan promo gadget di JICC, Jakarta.

Teknologi

Indocomtech 2026 Hadirkan Promo Gadget dan Teknologi Terbaru

Jumat, 30 Okt 2026 - 03:00 WIB