Jakarta, iNBrita.com – Banyak umat Islam meyakini bahwa salat tahajud menjadi salah satu amalan yang membuka peluang lebih besar bagi terkabulnya doa. Selain itu, pada sepertiga malam terakhir, seorang hamba dapat memanfaatkan waktu istimewa untuk bermunajat dan memohon kepada Allah SWT.
Sebagaimana diketahui, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan waktu tersebut dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir lalu berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.'” (HR Bukhari).
Meski demikian, banyak orang masih bertanya mengapa doa yang mereka panjatkan setiap malam melalui tahajud belum juga terwujud. Padahal, mereka terus menjalankan ibadah tersebut secara rutin dan penuh harapan.
Mengapa Doa Belum Kunjung Terwujud?
Dalam Islam, keterlambatan jawaban atas doa tidak berarti Allah mengabaikan permohonan hamba-Nya. Sebaliknya, Allah bisa menyimpan berbagai hikmah di balik penundaan tersebut.
Misalnya, Allah menguji kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman seorang hamba melalui proses menunggu. Dengan demikian, seorang Muslim perlu terus berharap kepada Allah tanpa membiarkan rasa putus asa menguasai dirinya.
Di samping itu, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak terburu-buru menuntut hasil dari doa yang dipanjatkan. Beliau bersabda:
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ رَبِّي فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
Artinya: “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi belum juga dikabulkan.'” (Muttafaq ‘Alaih).
Bahkan, Nabi SAW menegaskan bahwa Allah akan terus mengijabah doa seorang hamba selama ia tidak tergesa-gesa dan tidak berhenti berdoa.
Dosa dan Putusnya Silaturahmi Dapat Menghambat Doa
Tak hanya itu, seseorang juga dapat menghambat terkabulnya doa ketika ia terus melakukan maksiat atau memutus tali silaturahmi.
Rasulullah SAW menjelaskan:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ
Artinya: “Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutus silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara.” (HR Tirmidzi).
Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memperbaiki hubungannya dengan sesama, menjaga silaturahmi, serta menjauhi perbuatan yang dilarang agar semakin dekat kepada Allah SWT.
Tetap Yakin dan Jangan Pernah Putus Asa
Sementara itu, Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia selalu dekat dengan hamba-hamba-Nya dan menjawab setiap doa yang mereka panjatkan.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah: 186).
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'” (QS Ghafir: 60).
Namun, Allah tidak selalu memberikan jawaban dalam bentuk yang diinginkan manusia. Terkadang Allah langsung mengabulkan doa, terkadang Dia menundanya hingga waktu yang terbaik, dan pada kesempatan lain Dia menyimpannya sebagai pahala di akhirat.
Pada akhirnya, ketika doa belum terwujud meski seseorang rutin melaksanakan tahajud, ia tidak perlu berprasangka buruk kepada Allah. Sebaliknya, ia perlu terus berdoa, memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menjaga keyakinan bahwa Allah selalu menyiapkan ketentuan terbaik bagi hamba-Nya.
Singkatnya, salat tahajud tidak hanya mengajarkan seseorang untuk meminta, tetapi juga melatih kesabaran, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawab.









