Jejak Awal Turunnya Wahyu di Gua Hira
MAKKAH, iNBrita.com – Gua Hira di Jabal Nur, sekitar 3 kilometer dari Kota Makkah, menyimpan sejarah penting dalam perjalanan Islam. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril yang kemudian menjadi awal masa kenabian beliau.
Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW rutin mendatangi Gua Hira untuk beribadah dan bertafakur. Beliau menghabiskan waktu di tempat tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta merenungkan kondisi masyarakat Makkah saat itu. Kemudian, ketika berusia 40 tahun dan memasuki bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama yang mengawali perjalanan dakwah Islam.
Lokasi dan Kondisi Gua Hira
Meski memiliki ukuran yang relatif kecil, yakni sekitar 1,8 meter panjang dan 0,8 meter lebar, Gua Hira memegang peran besar dalam sejarah Islam. Karena itu, umat Islam dari berbagai negara terus mengunjungi lokasi tersebut untuk mengenang peristiwa turunnya wahyu pertama.
Saat ini, jemaah haji dan umrah harus mendaki Jabal Nur melalui ratusan anak tangga dan jalur berbatu untuk mencapai Gua Hira. Namun, perjalanan yang cukup menantang itu memberikan pengalaman tersendiri. Selain dapat melihat langsung gua bersejarah tersebut, para pengunjung juga bisa menikmati panorama Kota Makkah dari ketinggian.
Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama
Pada tahun ketiga Nabi Muhammad SAW melakukan uzlah di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa perintah pertama dari Allah SWT. Jibril memerintahkan Rasulullah untuk membaca dengan kata “Iqra” atau “Bacalah”. Setelah itu, Allah SWT menurunkan ayat-ayat pertama Surat Al-Alaq yang berbunyi:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5).
Peristiwa tersebut menandai dimulainya risalah kenabian Rasulullah SAW. Selanjutnya, beliau menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat Makkah meski menghadapi berbagai tantangan dan penolakan.
Dukungan Khadijah untuk Rasulullah
Di tengah perjuangan itu, Khadijah binti Khuwailid memberikan dukungan penuh kepada Rasulullah SAW. Khadijah menjadi orang pertama yang membenarkan dan mengimani wahyu yang diterima Rasulullah. Bahkan, ia terus menguatkan dan mendampingi Rasulullah ketika banyak orang meragukan dakwah yang beliau sampaikan.
Dukungan tersebut memberikan kekuatan bagi Rasulullah SAW untuk terus menjalankan tugas menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.
Hijrah Menjadi Babak Baru Dakwah Islam
Rasulullah SAW kemudian melanjutkan dakwah di Makkah selama sekitar 13 tahun. Namun, tekanan yang semakin besar terhadap kaum Muslim mendorong beliau mengambil langkah penting. Karena itu, Rasulullah SAW memutuskan berhijrah ke Madinah.
Hijrah tersebut kemudian membuka babak baru dalam perkembangan Islam sekaligus memperkuat posisi umat Muslim di Jazirah Arab. Peristiwa itu juga menjadi salah satu tonggak sejarah penting yang mengubah perjalanan dakwah Islam hingga berkembang ke berbagai penjuru dunia.









