Jakarta, iNBrita.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mempertahankan harga emas batangan pada perdagangan Minggu (9/8/2026). Harga emas Antam hari ini tetap berada di level Rp 2.690.000 per gram, sama seperti posisi sehari sebelumnya.
Antam juga tidak mengubah harga buyback (beli kembali). Perusahaan menetapkannya tetap di Rp 2.511.000 per gram. Harga buyback ini berlaku ketika pemilik emas menjual kembali logam mulia mereka kepada Antam.
Perlu dipahami, harga emas yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen. Sementara itu, harga buyback menjadi acuan bagi investor yang ingin mencairkan emasnya.
Harga emas Antam bersifat dinamis. Antam menyesuaikan harga sesuai pergerakan pasar global sehingga nilainya dapat berubah sewaktu-waktu.
Sebagai catatan, Antam pernah mencetak rekor harga tertinggi pada 29 Januari 2026. Saat itu, harga emas mencapai Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback di Rp 2.989.000 per gram.
Seluruh data harga emas ini mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut rincian harga emas Antam pada Minggu (9/8/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.395.000
- 1 gram: Rp 2.690.000
- 2 gram: Rp 5.330.000
- 3 gram: Rp 7.977.000
- 5 gram: Rp 13.265.000
- 10 gram: Rp 26.450.000
- 25 gram: Rp 65.960.000
- 50 gram: Rp 131.755.000
- 100 gram: Rp 263.360.000
- 250 gram: Rp 658.090.000 (pre-order)
- 500 gram: Rp 1.315.900.000 (pre-order)
- 1.000 gram: Rp 2.690.600.000 (pre-order)
Harga Emas Dunia Melonjak
Pasar global mendorong harga emas dunia naik tajam pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 (Sabtu pagi waktu Jakarta). Harga emas bahkan mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu.
Data non-farm payrolls Amerika Serikat yang melemah memicu lonjakan tersebut. Data ini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan memperkuat daya tarik emas.
CNBC melaporkan, harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 4.336,11 per ons. Bahkan, harga sempat naik lebih dari 3% dan menyentuh level tertinggi sejak 17 Juni.
Emas mencatat kenaikan lebih dari 7% sepanjang pekan ini. Kontrak berjangka emas AS juga menguat 2,3% ke level US$ 4.396,9.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan 23.000 pekerjaan pada Juli. Angka ini jauh di bawah ekspektasi ekonom yang sebelumnya memperkirakan kenaikan 80.000 pekerjaan.
Direktur High Ridge Futures, David Meger, menilai data tenaga kerja yang lemah membuka peluang The Fed menahan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Sentimen Pendukung Harga Emas
Meger juga menyoroti penurunan harga energi dan melemahnya dolar AS sebagai faktor pendukung kenaikan harga emas.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September hanya sebesar 43,9%, turun dari sebelumnya 57%. Sebaliknya, peluang suku bunga tetap stabil naik menjadi 60,4%.
Suku bunga rendah membuat emas semakin menarik karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (yield), berbeda dengan instrumen keuangan lainnya.
UBS bahkan memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2027.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Sentimen ini turut memengaruhi pergerakan pasar logam.
Selain emas, harga logam lain juga menguat. Harga perak naik 3% menjadi US$ 63,31 per ons, platinum menguat 1,2% menjadi US$ 1.749,95, dan paladium naik 0,8% menjadi US$ 1.380,53. Ketiganya mencatatkan kenaikan dalam sepekan terakhir.
(VVR*)









