Harga Emas Antam Kembali Pecahkan Rekor Tertinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, iNBrita.com  – Harga emas Antam 24 karat kembali naik dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH). Pada Selasa (20/1/2026), PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas sebesar Rp 2.000 per gram, sehingga menjualnya kini seharga Rp 2.705.000 per gram. Sebelumnya, harga mencatat rekor Rp 2.703.000 per gram pada Senin (19/1). Kenaikan ini menarik minat investor untuk membeli emas sebagai instrumen investasi yang aman.

Antam menyediakan emas dalam berbagai ukuran untuk memudahkan masyarakat berinvestasi. Emas 0,5 gram dijual Rp 1.402.500, sedangkan 1 gram mencapai Rp 2.705.000. Harga 2 gram dan 3 gram masing-masing Rp 5.350.000 dan Rp 8.000.000. Selanjutnya, Antam menjual emas 5 gram Rp 13.300.000, 10 gram Rp 26.545.000, dan 25 gram Rp 66.237.000. Untuk ukuran lebih besar, Antam menawarkan emas 50 gram Rp 132.395.000, 100 gram Rp 264.712.000, 250 gram Rp 661.515.000, 500 gram Rp 1.322.820.000, dan 1 kilogram Rp 2.645.600.000.

Dalam sepekan terakhir, harga emas bergerak di rentang Rp 2.631.000 hingga Rp 2.705.000 per gram. Selain itu, selama sebulan terakhir, harga logam mulia ini meningkat dari Rp 2.488.000 hingga Rp 2.705.000 per gram. Antam juga menaikkan harga buyback sebesar Rp 1.000 per gram menjadi Rp 2.546.000 per gram. Namun, masyarakat yang menjual emas di atas Rp 10 juta tetap membayar potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024.

Para analis menilai kenaikan harga emas terjadi karena permintaan global meningkat dan kondisi ekonomi masih penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, investor memilih emas sebagai instrumen lindung nilai (hedge) di tengah volatilitas pasar. Bahkan, sebagian besar investor tetap aktif membeli emas karena harga terus meningkat.

Dengan tren ini, Antam memperkirakan permintaan emas akan tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Investor terus membeli logam mulia karena mereka menilai emas aman dan tetap menarik sebagai investasi jangka panjang. (vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Harga emas Pegadaian turun pada Sabtu, 24 Oktober 2026.(Foto : CNBC Indonesis/Trisusilo)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam dan UBS Turun

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:00 WIB

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB