Jakarta, iNBrita.com — Harga emas diprediksi akan kembali menguat pada pekan depan, meskipun kenaikannya tidak berlangsung secara signifikan. Setelah sempat mengalami tekanan dan penurunan yang cukup dalam dalam beberapa waktu terakhir, harga emas kini berada di level Rp 2.845.000 per gram. Kondisi ini membuka peluang bagi harga untuk bergerak naik secara bertahap.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, melihat adanya potensi penguatan harga emas dalam waktu dekat. Ia memperkirakan harga emas dapat naik ke kisaran Rp 2.865.000 per gram. Jika dorongan pasar semakin kuat, harga bahkan berpeluang menembus level resistensi berikutnya di Rp 2.980.000 per gram. Ia menilai pergerakan ini cukup realistis mengingat kondisi pasar global saat ini.
Ibrahim menjelaskan bahwa pelemahan harga emas sebelumnya justru dimanfaatkan oleh berbagai bank sentral di dunia untuk meningkatkan cadangan emas mereka. Negara-negara yang tergabung dalam kelompok BRICS secara aktif membeli emas saat harga turun. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu.
Selain faktor pembelian oleh bank sentral, pelaku pasar juga merespons ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung. Banyak investor memilih emas sebagai aset safe haven untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari ketidakpastian ekonomi dan politik. Kondisi ini secara langsung mendorong permintaan emas di pasar internasional.
Di sisi lain, Ibrahim tetap memperhitungkan kemungkinan pelemahan harga, meskipun ia menilai peluangnya kecil. Jika harga turun, ia memperkirakan level Rp 2.800.000 per gram akan menjadi batas support pertama. Selanjutnya, level Rp 2.790.000 per gram akan menjadi batas support kedua. Ia menegaskan bahwa penurunan tajam kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena permintaan emas masih cukup kuat.
(VVR*)









