Jakarta, iNBrita.com – Harga emas di Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS bergerak bervariasi pada Kamis (23/7/2026) pukul 10.15 WIB. Harga Antam naik. Sementara Galeri24 dan UBS tetap stabil dibandingkan sehari sebelumnya.
Harga Emas Antam Naik
Pegadaian menaikkan harga emas Antam Rp 5.000 menjadi Rp 2.746.000 per gram, dari Rp 2.741.000. Kenaikan berlaku untuk semua pecahan, mulai 0,5 gram hingga 100 gram.
Galeri24 dan UBS Stabil
Pegadaian mempertahankan harga emas Galeri24 di Rp 2.619.000 per gram. Harga UBS juga tetap Rp 2.632.000 per gram. Kedua produk tidak berubah dari Rabu (22/7/2026).
Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan mengikuti pasar global dan kebijakan perusahaan.
Pilihan Ukuran Emas
Pegadaian menyediakan Galeri24 dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram. Antam tersedia hingga 100 gram.
Daftar Harga Emas Pegadaian
Galeri24
0,5 gram: Rp 1.374.000
1 gram: Rp 2.619.000
2 gram: Rp 5.175.000
5 gram: Rp 12.841.000
10 gram: Rp 25.613.000
25 gram: Rp 63.689.000
50 gram: Rp 127.277.000
100 gram: Rp 254.428.000
250 gram: Rp 634.508.000
500 gram: Rp 1.269.015.000
1.000 gram: Rp 2.538.029.000
Antam
0,5 gram: Rp 1.425.000
1 gram: Rp 2.746.000
2 gram: Rp 5.429.000
3 gram: Rp 8.118.000
5 gram: Rp 13.494.000
10 gram: Rp 26.931.000
25 gram: Rp 67.197.000
50 gram: Rp 134.311.000
100 gram: Rp 268.541.000
UBS
0,5 gram: Rp 1.422.000
1 gram: Rp 2.632.000
2 gram: Rp 5.222.000
5 gram: Rp 12.903.000
10 gram: Rp 25.671.000
25 gram: Rp 64.052.000
50 gram: Rp 127.840.000
100 gram: Rp 255.577.000
250 gram: Rp 638.755.000
500 gram: Rp 1.276.010.000
Harga Emas Dunia Menguat
Harga emas dunia naik ke level tertinggi dalam dua pekan pada Rabu (22/7/2026). Kenaikan didorong aksi beli teknikal dan permintaan aset safe haven. Ketegangan di Timur Tengah juga memicu kenaikan.
Investor memantau perkembangan diplomatik. Pasar juga menunggu keputusan suku bunga The Fed pekan depan.
Mengutip CNBC, harga spot naik 1% ke US$ 4.115,89 per ounce. Kontrak berjangka naik 1,1% ke US$ 4.120,60 per ounce.
Faktor Pendorong Harga
Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista, menilai kenaikan harga minyak bisa memicu inflasi. Hal ini dapat membuat suku bunga tetap tinggi. Namun, permintaan safe haven masih menahan tekanan.
Ia juga melihat harapan diplomasi AS dan Iran dapat meredakan konflik. Jika berhasil, tekanan harga minyak bisa berkurang.
Potensi Tekanan ke Depan
Evangelista menyebut harga emas masih bisa tertekan volatilitas energi. Meski begitu, level US$ 4.000 per ounce tetap menjadi support kuat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington siap berunding dengan Iran. Namun, ia menilai Iran belum serius.
Di Laut Merah, tiga kapal tanker minyak Saudi berbalik arah. Ancaman kelompok Houthi memicu situasi ini. Kondisi tersebut mendorong harga minyak naik.
Sebelumnya, harga emas sempat turun dari rekor Januari. Kenaikan harga energi saat itu memicu inflasi dan menahan suku bunga tinggi.
Emas dikenal sebagai lindung nilai inflasi. Namun, suku bunga tinggi dapat mengurangi daya tariknya karena tidak memberi imbal hasil.
(VVR*)









