Jakarta, iNBrita.com – Pegadaian menawarkan tiga produk emas dengan harga berbeda pada Senin (19/10/2026), yakni Galeri24, Antam, dan UBS. Berdasarkan data di situs resmi Pegadaian, harga emas Antam mencapai Rp 2.613.000 per gram. Sementara itu, Pegadaian menjual emas UBS seharga Rp 2.551.000 per gram dan Galeri24 seharga Rp 2.526.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas. Dari ketiga produk itu, Antam mencatat harga per gram tertinggi. UBS menempati posisi kedua, sedangkan Galeri24 menawarkan harga paling rendah.
Pegadaian juga menyediakan berbagai pilihan ukuran untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Galeri24 menawarkan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. UBS menyediakan ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun Antam menawarkan ukuran 0,5 gram hingga 100 gram dalam daftar harga tersebut.
Calon pembeli sebaiknya memeriksa harga terbaru sebelum bertransaksi. Pasalnya, Pegadaian dapat mengubah harga sewaktu-waktu sesuai dengan pembaruan pasar.
Daftar Harga Emas Pegadaian Senin, 19 Oktober 2026
Berikut daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS berdasarkan ukuran yang tercantum dalam data Pegadaian.
1. Harga Emas Galeri24
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam 11 pilihan ukuran. Berikut daftar harganya:
- 0,5 gram: Rp 1.325.000
- 1 gram: Rp 2.526.000
- 2 gram: Rp 4.991.000
- 5 gram: Rp 12.386.000
- 10 gram: Rp 24.707.000
- 25 gram: Rp 61.435.000
- 50 gram: Rp 122.772.000
- 100 gram: Rp 245.423.000
- 250 gram: Rp 612.049.000
- 500 gram: Rp 1.224.097.000
- 1.000 gram: Rp 2.448.193.000
2. Harga Emas Antam
Emas Antam mencatat harga per gram tertinggi di antara ketiga produk tersebut. Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan ukuran:
- 0,5 gram: Rp 1.358.000
- 1 gram: Rp 2.613.000
- 2 gram: Rp 5.165.000
- 3 gram: Rp 7.722.000
- 5 gram: Rp 12.835.000
- 10 gram: Rp 25.614.000
- 25 gram: Rp 63.907.000
- 50 gram: Rp 127.733.000
- 100 gram: Rp 255.387.000
3. Harga Emas UBS
UBS menawarkan emas dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Berikut daftar harga emas UBS di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp 1.379.000
- 1 gram: Rp 2.551.000
- 2 gram: Rp 5.062.000
- 5 gram: Rp 12.508.000
- 10 gram: Rp 24.883.000
- 25 gram: Rp 62.087.000
- 50 gram: Rp 123.919.000
- 100 gram: Rp 247.740.000
- 250 gram: Rp 619.166.000
- 500 gram: Rp 1.236.877.000
Prediksi Harga Emas Dunia Sepekan ke Depan
Harga emas dunia berpeluang menguat menuju US$ 4.400–US$ 4.500 per troy ounce pada pekan mendatang. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian geopolitik dapat mendorong permintaan emas. Namun, tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih membayangi pergerakan harga.
Harga emas spot ditutup pada US$ 4.165,42 per troy ounce. Angka tersebut mencerminkan penurunan 0,58% dalam sepekan. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh US$ 4.073,35, tetapi gagal bertahan di atas level US$ 4.200.
Analis pasar senior FxPro, Alex Kuptsikevich, melihat pola pergerakan yang berulang dalam tujuh pekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa harga emas cenderung mengalami tekanan jual pada paruh pertama pekan, kemudian menguat mulai Rabu.
“Untuk pekan ketujuh berturut-turut, emas mengikuti pola yang sama, dengan tekanan jual pada paruh pertama pekan dan reli mulai Rabu,” kata Kuptsikevich, seperti dikutip Kitco pada Minggu (18/10/2026).
Kuptsikevich memperkirakan pelemahan dolar AS dapat membawa harga emas menuju US$ 4.400–US$ 4.500 per troy ounce. Ia juga menilai ketidakpastian politik menjelang pemilihan paruh waktu AS berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, Kuptsikevich menegaskan bahwa harga emas membutuhkan perubahan signifikan dalam kebijakan The Fed atau pemerintah AS untuk melanjutkan kenaikannya.
Analis Waspadai Tekanan Harga Emas
Berbeda dengan Kuptsikevich, analis pasar StoneX Bullion, Fawad Razaqzada, memperkirakan harga emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Menurutnya, kenaikan pada akhir pekan belum cukup kuat untuk memastikan bahwa koreksi harga telah berakhir.
“Untuk saat ini, prospek emas dalam jangka pendek masih sedikit bearish, meskipun saya memiliki pandangan bullish yang kuat terhadap emas dalam jangka panjang, terutama perak,” ujar Razaqzada.
Ia menilai emas perlu menembus area resistensi di atas level saat ini untuk menunjukkan sinyal kenaikan yang lebih kuat. Selain itu, ia menempatkan US$ 4.100 per troy ounce sebagai level dukungan penting yang perlu diperhatikan investor.
Jika harga bertahan di atas level dukungan tersebut, pelaku pasar dapat memantau peluang pemulihan lebih lanjut. Sebaliknya, tekanan jual masih berpotensi berlanjut jika harga gagal membangun momentum kenaikan.
Survei Kitco: Analis dan Investor Berbeda Pandangan
Survei Kitco menunjukkan bahwa para analis belum memiliki pandangan yang seragam mengenai arah harga emas pada pekan mendatang.
Kepala strategi pasar SIA Wealth Management, Colin Cieszynski, memilih sikap netral. Ia memperkirakan harga emas akan bergerak di sekitar US$ 4.200 per troy ounce karena agenda data ekonomi AS relatif terbatas. Menurutnya, investor juga akan mencermati laporan kinerja perusahaan.
“Saya bersikap netral terhadap emas untuk pekan mendatang. Harga emas tampaknya bertahan di sekitar level US$ 4.200 saat ini,” kata Cieszynski.
Sementara itu, Kepala Strategi Mata Uang investingLive, Adam Button, memperkirakan harga emas berpotensi turun. Ia menilai data inflasi AS dapat meningkatkan risiko pengetatan kebijakan moneter.
Kenaikan suku bunga biasanya menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga. Oleh sebab itu, investor perlu mencermati setiap data ekonomi yang dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.
Survei Kitco News terhadap 12 analis memperlihatkan tiga pandangan berbeda. Sebanyak empat analis atau 33% memperkirakan harga emas akan naik. Dua analis atau 17% memprediksi penurunan, sedangkan enam analis atau 50% memperkirakan harga bergerak mendatar atau belum menunjukkan arah yang jelas.
Survei daring Kitco terhadap 139 investor ritel juga menunjukkan persaingan ketat antara sentimen bullish dan bearish. Sebanyak 43% responden memperkirakan harga emas naik. Sebaliknya, 45% memprediksi harga turun, sementara 12% memperkirakan harga bergerak konsolidatif.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa investor ritel cenderung lebih pesimistis dibandingkan kelompok analis yang mengikuti survei.
Data Ekonomi AS Jadi Penentu Arah Emas
Pada pekan mendatang, pelaku pasar akan mencermati sejumlah indikator ekonomi AS. Data tersebut mencakup sektor perumahan, klaim pengangguran mingguan, indeks manajer pembelian (PMI), dan sentimen konsumen.
Investor akan menggunakan data tersebut untuk menilai kondisi ekonomi AS dan memperkirakan langkah kebijakan The Fed. Jika data inflasi dan aktivitas ekonomi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, harga emas berpotensi menghadapi tekanan.
Sebaliknya, pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dapat mendorong investor mencari aset lindung nilai. Kondisi itu berpotensi mendukung kenaikan harga emas.
Dengan beragam faktor tersebut, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ekonomi dan geopolitik sebelum mengambil keputusan investasi. Sementara itu, calon pembeli emas di Pegadaian sebaiknya memeriksa kembali harga terbaru Galeri24, Antam, dan UBS sebelum melakukan transaksi.
(vvr*)








