Jakarta, iNBrita.com – Di Jakarta, umat Islam membaca doa Qunut Subuh setelah i’tidal pada rakaat kedua salat Subuh. Dasar amalan ini berasal dari hadits Anas bin Malik RA, yang berkata:
“Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut dalam salat Subuh hingga beliau wafat.”
(HR Ahmad, Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi)
Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah (terjemahan Masykur A. B.), disebutkan bahwa mazhab Syafi’i dan Maliki menganjurkan membaca doa qunut sebagai amalan sunnah, berdasarkan hadits tersebut.
Jika Imam Tidak Membaca Doa Qunut
Menurut Buya Yahya, salat tetap sah meskipun imam tidak membaca doa qunut. Jika imam tidak membacanya tetapi makmum ingin membaca, makmum boleh melakukannya. Sebaliknya, jika makmum juga tidak membaca qunut, salat tetap sah.
Buya Yahya menegaskan bahwa Qunut Subuh berstatus sunnah, sesuai pendapat mazhab Syafi’i dan Maliki. Sementara itu, mazhab Hanafi tidak melaksanakan Qunut Subuh.
“Yang tidak qunut pun sah salatnya. Jika Anda bermakmum pada imam yang tidak membaca qunut, salat Anda tetap sah,”
jelas Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV (disiarkan dengan izin dan dikutip oleh detikHikmah).
Beliau menjelaskan bahwa imam bisa saja tidak membaca qunut karena lupa atau karena mengikuti mazhab Hanafi. Dalam kondisi seperti ini, makmum yang terbiasa membaca qunut tetap boleh melanjutkan bacaan qunutnya sendiri.
“Jangan ragu. Jika Anda bermazhab Syafi’i, qunut tetap disunnahkan. Anda boleh membaca qunut di belakang imam. Bila imam rukuk lebih dulu, Anda bisa menyusul rukuk setelah selesai membaca qunut. Jangan menyalahkan imam, jalankan saja sesuai mazhab Anda,”
tutur Buya Yahya.
Perbedaan Mazhab Bukan Alasan untuk Berpecah
Dalam buku Dahsyatnya Shalat Subuh karya Samir Al-Qarni, penulis menjelaskan bahwa salat tetap sah walaupun tanpa membaca doa qunut. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan mengenai hukum qunut tidak seharusnya menimbulkan perdebatan atau perpecahan antara imam dan makmum.
Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap
Dikutip dari buku Dahsyatnya Shalat dan Doa Ibu karya Ummi Ayanih, berikut bacaan lengkap doa Qunut Subuh:
Arab
اللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin
Allahummah dinii fii man hadaits,
wa ‘aafinii fii man ‘aafaits,
wa tawallanii fii man tawallaits,
wa baarik lii fii maa a‘thaits,
wa qinii syarra maa qadlaits,
fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik,
wa innahu laa yadzillu man waalaita,
wa laa ya‘izzu man ‘aadaita,
tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.
Artinya
Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk,
berilah aku kesejahteraan di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan,
tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau tolong,
berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku,
dan lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan.
Sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan, dan tak seorang pun dapat memutuskan atas-Mu.
Tidak hina orang yang Engkau tolong, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.
(VVR)









