Jakarta, iNBrita.com – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam penyelesaian sengketa Jammu dan Kashmir yang diduduki secara ilegal oleh India (IIOJK).
“Seperti komunitas internasional lainnya, Indonesia berperan besar dalam mencari solusi damai. Pakistan dan rakyat Kashmir percaya bahwa semua anggota PBB wajib membantu penyelesaian sengketa Jammu dan Kashmir,” ujar Chaudhri dalam acara “Kashmir Black Day” di Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Chaudhri meminta Indonesia bersama masyarakat internasional mendorong India untuk menyelesaikan sengketa Jammu dan Kashmir secara adil dan setara, sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.
“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dalam memperjuangkan penyelesaian yang adil,” tambahnya.
Ia menegaskan, penyelesaian sengketa harus berdasarkan Piagam PBB, hukum internasional, serta aspirasi rakyat Kashmir.
“Kami ingin penyelesaian yang adil, sesuai Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi Dewan Keamanan, serta mencerminkan keinginan rakyat Kashmir,” jelasnya.
Menurutnya, pelanggaran hak asasi manusia terburuk masih terjadi di wilayah Jammu dan Kashmir yang diduduki India. Karena itu, komunitas internasional wajib bertindak untuk mengakhiri ketidakadilan tersebut.
Dosen Universitas Gunadarma, Nur Munir, juga menilai Indonesia berpotensi besar membantu perjuangan rakyat Kashmir.
“Indonesia menjadi teladan karena berhasil meraih kemerdekaan melalui perjuangan. Indonesia bisa memberi inspirasi bagi rakyat Kashmir agar meraih kemerdekaan yang sama,” ujarnya.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam pesannya yang dibacakan pada acara itu, menegaskan komitmen Pakistan mendukung rakyat Kashmir.
“Kami teguh berdiri bersama rakyat Jammu dan Kashmir. Kami tidak akan berhenti berjuang sampai keadilan ditegakkan dan hak menentukan nasib sendiri terwujud,” tegas PM Sharif.
(VVR*)














