Home / Internasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:00 WIB

Iran Panggil Diplomat Eropa Terkait Gelombang Unjuk Rasa

Ribuan warga Iran menggelar unjuk rasa antipemerintah di salah satu kota besar dengan membawa bendera nasional Iran.

Ribuan warga Iran menggelar unjuk rasa antipemerintah di salah satu kota besar dengan membawa bendera nasional Iran.

Teheran, iNBrita.comPemerintah Iran memanggil diplomat yang mewakili Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris pada Senin (12/1) waktu setempat. Iran melayangkan protes atas dukungan negara-negara Eropa tersebut terhadap unjuk rasa antipemerintah yang terus meluas di berbagai wilayah Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran memperlihatkan sebuah video kepada para diplomat Eropa. Video itu menampilkan kerusakan yang, menurut pemerintah Iran, dilakukan oleh para perusuh. Iran juga mendesak negara-negara Eropa menarik pernyataan resmi yang mendukung para demonstran. Keterangan tersebut disampaikan Kemenlu Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (13/1/2026).

Unjuk Rasa Berawal dari Protes Ekonomi

Gelombang unjuk rasa mengguncang Iran sejak akhir Desember. Aksi protes pertama pecah pada 28 Desember di kawasan Grand Bazaar, Teheran. Para pedagang dan pemilik toko memimpin demonstrasi untuk memprotes kondisi ekonomi yang semakin memburuk, terutama merosotnya nilai tukar mata uang Rial Iran.

Baca juga :   Hermendizal Melantik Lima Kapus Baru Wujudkan Layanan Prima

Aksi protes kemudian meluas ke sejumlah kota lain. Gerakan tersebut berkembang menjadi perlawanan yang lebih luas terhadap pemerintahan teokratis Iran yang telah berkuasa sejak Revolusi 1979.

Prancis Konfirmasi Pemanggilan Diplomat

Di Paris, Kementerian Luar Negeri Prancis mengonfirmasi pemanggilan para duta besar Eropa oleh otoritas Iran. Pemerintah Prancis menyatakan bahwa Iran secara resmi menyampaikan keberatan atas sikap negara-negara Eropa terhadap aksi demonstrasi di Iran.

Parlemen Eropa Larang Diplomat Iran

Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola mengumumkan langkah tegas pada Senin (12/1). Ia melarang seluruh diplomat dan perwakilan Iran memasuki gedung Parlemen Eropa. Metsola mengambil keputusan tersebut sebagai respons atas tindakan keras dan mematikan yang dilakukan aparat Iran terhadap para demonstran.

“Ini tidak bisa berjalan seperti biasa. Karena rakyat Iran terus memperjuangkan hak dan kebebasan mereka dengan berani, hari ini saya memutuskan melarang semua staf diplomatik dan perwakilan Republik Islam Iran dari seluruh gedung Parlemen Eropa,” ujar Metsola melalui media sosial X.

Baca juga :   Fajar Sebut Aaron/Wooi Yik Menang Beruntung

Ia menegaskan bahwa Parlemen Eropa tidak akan membantu melegitimasi rezim yang mempertahankan kekuasaan melalui penyiksaan, penindasan, dan pembunuhan.

Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Ditahan

Dalam beberapa hari terakhir, unjuk rasa di Iran kerap diwarnai kerusuhan dan kekerasan. Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa.

Kelompok HAM yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan sedikitnya 646 orang tewas akibat penindakan aparat Iran terhadap demonstran. Korban tewas tersebut terdiri dari 512 demonstran dan 134 anggota pasukan keamanan.

HRANA juga mencatat lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka. Selain itu, aparat Iran menahan lebih dari 10.700 orang selama dua pekan terakhir sejak unjuk rasa berlangsung.

(Ven*)

Berita ini 18 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait hubungan Inggris dan China.

Internasional

Trump Geram Inggris Dekat China Lewat Diplomasi Sepak Bola
Pengamatan hilal Syawal menjelang penetapan Idulfitri 2026

Internasional

Mayoritas Negara Rayakan Idulfitri 2026 pada 20 Maret
Mural Iran di Teheran yang menggambarkan ancaman terhadap Amerika Serikat

Internasional

Iran Ancam AS Lewat Mural di Teheran
Ulama Iran membahas pengganti Ali Khamenei dalam rapat Assembly of Experts

Internasional

Majelis Ulama Iran Sepakati Calon Pengganti Ali Khamenei
Pemandangan hutan hujan tropis Sumatera yang terancam kerusakan.

Internasional

Hutan Sumatera Terancam Serius Akibat Ulah Manusia
Jonatan Christie melakukan smash saat menghadapi Leong Jun Hao

Internasional

Jonatan Christie Menang Gim Pertama Lawan Leong Jun Hao
Api dan asap tebal membubung dari area infrastruktur di Venezuela usai serangan militer pada malam hari.

Internasional

Iran Kecam Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela
Potret Achraf Hakimi, bek Paris Saint-Germain, yang akan menjalani persidangan kasus dugaan pemerkosaan di Prancis.

Internasional

Achraf Hakimi Siap Hadapi Sidang Dugaan Kasus