Home / Internasional

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:00 WIB

IRGC Tegaskan Keamanan Garis Merah di Iran Nasional

Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: dok. AFP)

Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: dok. AFP)

Jakarta, iNBrita.comGarda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa keamanan nasional merupakan “garis merah”. IRGC menyatakan siap menjaga ketertiban dan melindungi properti publik di seluruh Iran.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada para pemimpin Iran pada Jumat (9/1), di tengah gelombang demonstrasi besar di berbagai kota. Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani.

Aksi unjuk rasa yang disertai kerusuhan terus berlangsung hingga malam hari. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa massa membakar sebuah gedung pemerintah kota di Karaj, sebelah barat Teheran. Pemerintah menyebut para pelaku sebagai “perusuh.” Televisi pemerintah juga menayangkan pemakaman anggota pasukan keamanan yang tewas selama protes di Shiraz, Qom, dan Hamedan.

Baca juga :   Liburan Nasional Mei 2025,Cek Kalender!

Protes telah menyebar ke sebagian besar wilayah Iran selama dua pekan terakhir. Awalnya, warga turun ke jalan untuk memprotes lonjakan inflasi. Namun, aksi tersebut segera berubah menjadi tuntutan politik. Para demonstran mendesak berakhirnya pemerintahan ulama. Otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel memicu kerusuhan, sementara kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan demonstran tewas.

Mengutip Al Arabiya dan Reuters, Sabtu (10/1/2026), seorang saksi di wilayah barat Iran mengatakan bahwa IRGC mengerahkan pasukan dan melepaskan tembakan di daerah tersebut. Saksi itu menolak menyebutkan identitasnya demi keselamatan.

Baca juga :   Messi Ukir Sejarah! 400 Assist dan Hampir 900 Gol

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, IRGC menuduh kelompok teroris menyerang pangkalan militer dan aparat penegak hukum selama dua malam terakhir. IRGC menyebut serangan itu menewaskan sejumlah warga sipil dan personel keamanan.

IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan mentoleransi ancaman terhadap Revolusi Islam 1979 dan stabilitas negara. Menurut mereka, kelanjutan situasi ini tidak dapat diterima.

Sementara itu, militer Iran—yang terpisah dari IRGC namun tetap berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—menyatakan akan melindungi kepentingan nasional, infrastruktur strategis, dan seluruh properti publik.

(Ven*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Memuncak ! India Tembakkan Rudal ke 3 Pangkalan Udara Pakistan
Pria merentangkan tangan di tepi tebing menghadap pemandangan danau dan pegunungan.

Internasional

Sejarah dan Makna Hari Pria Internasional 19 November
Potret hitam putih Diogo Jota mengenakan jersey Liverpool

Internasional

Ayah Diogo Jota Kenang Putranya yang Rendah Hati
Presiden AS Donald Trump membahas perdagangan dan akses mineral strategis dengan Indonesia

Internasional

Trump Bebaskan Tarif Sawit-Kakao, Minta Mineral Strategis RI
Ilustrasi untuk pemberitaan mengenai PM Shaikh Hasina.

Internasional

Pengadilan Bangladesh Vonis Mati Mantan PM Sheikh Hasina

Internasional

Kebarakaran di Israel Netanyahu Keluarkan Status Darurat
Jonatan Christie tampil fokus di semifinal India Open 2026

Internasional

Jonatan Christie Tantang Loh Kean Yew Semifinal
Honda Jazz terbaru di China, menampilkan lampu DRL ramping, gril tipis, dan bumper besar.

Internasional

Honda Jazz Terbaru Hadir dengan Desain Lampu Baru