Kerinci, iNBrita.com – Pembangunan jalan menuju Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci menimbulkan masalah serius bagi warga sekitar.
Warga empat desa, yakni Agung Koto Iman, Koto Iman, Koto Salak, dan Koto Petai, mengeluh karena saluran irigasi tersumbat akibat material timbunan dan tanah galian proyek.
Irigasi yang selama ini mengairi sawah tertutup timbunan, sehingga air tidak lagi mengalir ke lahan pertanian. Kondisi ini membuat sawah mengering dan petani kesulitan turun ke ladang.
“Kami mendukung pembangunan bandara, tapi jangan sampai kami sebagai petani jadi korban. Air tersumbat, sawah kering,” kata Rizal, warga Koto Iman, Sabtu (20/9/2025).
Kelompok tani juga menyampaikan hal serupa. Mereka meminta kontraktor memasang box culvert agar saluran irigasi tetap berfungsi.
“Pekerjaan jangan asal jadi. Kalau irigasi tersumbat, masyarakat kehilangan mata pencaharian,” tambah Rizal.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya, menegaskan bahwa proyek jalan bandara bukan kewenangan pihaknya. Meski begitu, ia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak balai untuk mencari solusi.
Hingga kini, kontraktor belum memberikan keterangan resmi terkait masalah tersebut.
(*)














