Jokowi Terpilih Jadi Dewan Penasihat Bloomberg New Economy

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.

Jakarta, iNBrita.com — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi bergabung sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.

Bloomberg yang berdiri  April 2025 mengumumkan penunjukan ini melalui laman resminya,  untuk merespons tantangan global yang semakin kompleks.

Selain Jokowi, beberapa tokoh dunia juga masuk ke jajaran penasihat. Mereka antara lain Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath, CEO Soros Fund Management Dawn Fitzpatrick, Pendiri TIG Africa Josephine Wapakabulo, serta Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong.

Baca Juga :  Elon Musk Ungkap Rahasia Daya Ingat Kuat

Jokowi menjadi satu-satunya mantan kepala negara dalam dewan ini. Kehadirannya menegaskan pengakuan internasional atas kepemimpinannya di Indonesia selama satu dekade.

Dunia menilai Jokowi berhasil mendorong pembangunan infrastruktur, transformasi digital, dan komitmen pada isu perubahan iklim.

Bloomberg juga menuliskan profil singkat Jokowi. Ia disebut sebagai politisi, insinyur, dan pengusaha Indonesia yang menjabat presiden pada 2014–2024. Sebelum itu, Jokowi pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (2012–2014) dan Wali Kota Surakarta (2005–2012).

Baca Juga :  Indonesia Kirim 13 Wakil ke All England 2026

Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy beranggotakan tokoh dengan pengalaman luas di politik, ekonomi, keuangan, dan teknologi. Mereka memberi masukan strategis untuk menghadapi krisis global, memperkuat kolaborasi internasional, dan mendorong solusi lintas sektor.

Masuknya Jokowi dalam dewan ini menjadi simbol pengakuan dunia terhadap peran Indonesia. Kehadiran mantan presiden itu juga diharapkan memperkuat posisi Asia Tenggara di percaturan ekonomi global.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi Perempuan New York
Menteri Israel Kecam Wali Kota Muslim New York
Perampokan Cepat Guncang Museum Louvre di Paris
Indonesia dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Dagang 2025
Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Sheikh Hasina
Elon Musk Ungkap Rahasia Daya Ingat Kuat
Krisdayanti Wakili Indonesia dalam Kejuaraan Wushu Internasional
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 November 2025 - 07:00 WIB

Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi Perempuan New York

Rabu, 5 November 2025 - 18:00 WIB

Menteri Israel Kecam Wali Kota Muslim New York

Senin, 20 Oktober 2025 - 06:03 WIB

Perampokan Cepat Guncang Museum Louvre di Paris

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:30 WIB

Indonesia dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Dagang 2025

Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:21 WIB

Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB