Home / International News

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:45 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Sheikh Hasina

Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina berbicara di podium dalam acara resmi di Dhaka, beberapa bulan sebelum ia kabur ke India.

Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina berbicara di podium dalam acara resmi di Dhaka, beberapa bulan sebelum ia kabur ke India.

iNBrita.com – Jaksa penuntut dari Bangladesh menuntut mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dengan hukuman mati karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengadilan di Dhaka menggelar sidang tanpa kehadiran Hasina karena ia melarikan diri. Hasina kabur ke India sejak tahun lalu dan menolak perintah pengadilan untuk kembali ke Bangladesh.

Ia memerintahkan aparat untuk menindak dengan kekerasan ketika mereka gagal menumpas unjuk rasa besar-besaran yang dipimpin mahasiswa pada Juli hingga Agustus 2024.

Baca juga :   Tolak Tawaran Rp 624 Miliar, Kini Nilai Rumah Zammit Turun Harga

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat bahwa bentrokan selama aksi tersebut menewaskan sekitar 1.400 orang.

Ketua jaksa penuntut Tajul Islam menegaskan tuntutannya,
“Kami menuntut hukuman tertinggi untuknya. Ia bertanggung jawab atas 1.400 pembunuhan, dan kami meminta setidaknya satu hukuman mati sebagai keadilan.”

Jaksa menyebut Hasina, 78 tahun, sebagai otak utama yang mengendalikan seluruh kekerasan dalam pemberontakan itu.

Pengadilan juga mengadili dua mantan pejabat tinggi Bangladesh: mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal yang melarikan diri, dan mantan Kepala Kepolisian Chowdhury Abdullah Al-Mamun yang sudah ditangkap serta mengaku bersalah.

Baca juga :   Wako Alfin Pantau Pemberkasan PPPK, Apresiasi Polres Kerinci

Sejak 1 Juni 2025, pengadilan telah mendengarkan kesaksian puluhan saksi. Para saksi menyatakan bahwa Hasina memerintahkan atau membiarkan pembunuhan massal terjadi.
“Tujuannya jelas ,  ia ingin mempertahankan kekuasaan secara permanen untuk dirinya dan keluarganya,” ujar Tajul Islam.

(VVR*)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

International News

Tolak Tawaran Rp 624 Miliar, Kini Nilai Rumah Zammit Turun Harga
Ilustrasi banjir besar di kawasan pesisir

International News

Tiga Orang Tewas Akibat Banjir Laut Hitam Bulgaria
Artefak kuno ditemukan di dasar laut Alexandria, Mesir.

International News

Penyelam Mesir Temukan Artefak Kuno di Canopus
Ruang server modern dengan pencahayaan biru dan oranye di pusat data berteknologi tinggi Google di India.

International News

Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India
Mengandung kata kunci utama: nama tokoh, beasiswa LPDP, Sungai Penuh, Irlandia

International News

Demi Prakarsa Bawa Nama Sungai Penuh Mendunia
Menlu Indonesia Sugiono dan Menlu Korea Utara Choe Son Hui bertemu di Pyongyang untuk memperkuat kerja sama bilateral.

International News

Sugiono Kunjungi Pyongyang Perkuat Hubungan RI-Korut
Gerhana Bulan Total atau Blood Moon terlihat di langit Kerinci dan Sungai Penuh

International News

Puncak Gerhana Bulan di Daerah Kerinci Sungai Penuh 01.11 WIB
Pangeran Al-Waleed bin Khaled dirawat di rumah sakit sebelum wafat setelah 20 tahun koma di Riyadh, Arab Saudi.

International News

Pangeran Al-Waleed Wafat Setelah 20 Tahun Koma