Kebiasaan Pagi yang Merusak Mood dan Produktivitas Kerja

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarapan sehat di pagi hari membantu menjaga energi dan mood sebelum memulai aktivitas.

Sarapan sehat di pagi hari membantu menjaga energi dan mood sebelum memulai aktivitas.

Jakarta, iNBrita.com – Pagi hari menentukan kualitas seluruh aktivitasmu. Cara kamu memulai pagi akan memengaruhi mood, fokus, dan produktivitas hingga malam. Jika sejak pagi suasana hati sudah kacau, dampaknya bisa merembet ke pekerjaan dan urusan lain.

Sejumlah pakar produktivitas yang dikutip dari Huffington Post membagikan kebiasaan yang sengaja mereka hindari di pagi hari. Kamu bisa mencatatnya sambil mengevaluasi rutinitas pagimu sendiri. Bisa jadi, penyebab mood naik turun, motivasi rendah, dan tubuh terasa lemas berasal dari kebiasaan yang selama ini kamu anggap sepele.

1. Menghindari scrolling berita dan media sosial

Penulis buku Dot Journaling – A Practical Guide, Rachel Wilkerson Miller, sengaja menjauh dari berita dan media sosial di pagi hari. Ia menyadari kebiasaan tersebut membuat fokusnya buyar dan pekerjaan penting jadi tertunda.

Alih-alih scrolling, Miller memilih mendengarkan podcast, menonton YouTube, atau bermain gim ringan. Ia juga membiasakan mandi lebih dulu sebelum menyalakan televisi atau membuka Reddit. Menurutnya, aktivitas menyenangkan mudah mengalihkan perhatian, sehingga tidak pantas menjadi prioritas utama di pagi hari.

2. Tidak memulai hari dengan terlalu santai

Alan Henry, penulis buku Seen, Heard, and Paid: The New Work Rules for the Marginalized, justru memulai hari dengan tempo cepat. Ia membutuhkan dorongan energi agar langsung bersemangat.

Henry mandi singkat di pagi hari dan memindahkan jadwal olahraga ke siang hari. Ia menilai olahraga pagi justru membuat tubuhnya lemas saat bekerja. Ia memahami kapan energi dan kreativitasnya berada di titik terbaik, lalu menyesuaikan rutinitas agar tetap produktif sejak awal hari kerja.

3. Menunda pekerjaan rumah tangga yang rumit

Konsultan produktivitas Rashelle Isip memilih tidak mengerjakan tugas rumah tangga yang kompleks di pagi hari. Ia menilai pekerjaan semacam itu memicu stres dan kebingungan.

Selain itu, tugas rumah yang rumit membuat perhatiannya terpecah antara pekerjaan, persiapan diri, dan jadwal harian. Agar fokus tetap utuh, ia menyimpan tugas-tugas tersebut untuk waktu lain.

4. Tidak memaksakan bangun jam 5 pagi

Pelatih produktivitas sekaligus penulis buku How To Be Really Productive, Grace Marshall, tidak menjadikan bangun jam 5 pagi sebagai aturan wajib. Ia lebih memprioritaskan kualitas tidur malam, terutama saat menghadapi proyek besar.

Marshall memilih tidur cukup daripada bangun terlalu pagi namun kurang istirahat. Baginya, tubuh yang segar jauh lebih penting daripada sekadar bangun dini hari.

5. Selalu memulai hari dengan tujuan yang jelas

Pakar manajemen waktu Laura Vanderkam tidak pernah menjalani hari tanpa tujuan. Ia selalu menetapkan prioritas utama sebelum hari kerja dimulai, biasanya sejak akhir hari sebelumnya.

Ia menuliskan daftar singkat tentang hal terpenting yang harus tercapai hari itu. Vanderkam menganggap daftar tersebut sebagai kontrak dengan dirinya sendiri agar tetap fokus dan tidak kehilangan arah.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB