Keseruan Belajar Manual Brew dan Latte Art

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta antusias mencoba teknik manual brew dengan berbagai alat seduh seperti V60, AeroPress, dan Hario Switch.

Peserta antusias mencoba teknik manual brew dengan berbagai alat seduh seperti V60, AeroPress, dan Hario Switch.

Jakarta, iNBrita.com – Indonesia Coffee Academy (ICA) bersama detikFood kembali menggelar kelas kopi seru dalam Coffee Experience Vol.2. Acara yang berlangsung pada Minggu, 14 September 2025, di gedung ICA, Jl. RS Fatmawati Raya No.15, Jakarta Selatan ini berhasil menarik perhatian puluhan pecinta kopi.

Sebanyak 25 peserta ikut serta untuk belajar dasar-dasar kopi, mulai dari espresso dan latte art hingga manual brew. Suasana kelas terasa hangat karena para peserta aktif bertanya dan berdiskusi bersama para trainer profesional dari ICA, yaitu Rizky dan Rival.

Mereka memandu setiap sesi dengan penjelasan yang jelas dan interaktif, mulai dari jenis kopi, profil roasting, hingga teknik penyeduhan yang tepat.

1. Serunya Belajar Manual Brew, Kopi Enak yang Bisa Dibuat di Rumah

Peserta kelas manual brew tampak antusias mempelajari cara menyeduh kopi hitam yang nikmat tanpa mesin espresso. Trainer Rizky membuka sesi dengan menjelaskan dasar-dasar kopi: jenis biji kopi, tingkat roasting, alat seduh, dan cara penyeduhan manual.

Rizky menyarankan peserta menggunakan biji kopi Arabika dengan roasting medium agar menghasilkan rasa kopi yang seimbang—ada asam, manis, dan gurih sekaligus.

Peserta belajar menggunakan tiga alat seduh populer: V60, AeroPress, dan Hario Switch (hybrid). Rizky menjelaskan dua teknik utama penyeduhan, yaitu imersi dan perkolasi.

“Kalau untuk pemula, teknik imersi lebih aman karena lebih simpel. Perkolasi memang lebih kompleks dan variabelnya banyak, tapi hasil rasanya juga lebih kaya,” ujar Rizky.

Setelah mendapat arahan, para peserta langsung praktik. Mereka menakar, menyeduh, dan mencicipi hasil racikan masing-masing. Rizky menilai cita rasa kopi buatan peserta sudah seimbang antara manis, asam, dan pahit.

Menariknya, salah satu peserta, Pak Dansus, membawa sendiri biji kopi asal Bandung Barat. Saat diseduh, kopi miliknya menghasilkan rasa lebih bold dan pahit—menunjukkan karakter khas biji kopi daerah tersebut.

Peserta yang belum puas dengan hasilnya tetap semangat mencoba lagi. Mereka berdiskusi, saling mencicipi, dan berusaha mencapai rasa seduhan terbaik.

2. Serunya Membuat Latte Art Pertama Kali

Di sisi lain, kelas latte art juga tak kalah menarik. Trainer Rival membuka sesi dengan menjelaskan dasar espresso karena hasil latte art sangat bergantung pada kualitas espresso.

Menurut Rival, biji kopi robusta cocok untuk espresso karena rasanya yang cenderung pahit dan manis. Ia juga menjelaskan tentang crema, lapisan busa pada espresso.

“Crema yang bagus itu meski tipis tetap solid, artinya kalau digoyang tidak mudah pecah,” jelas Rival.

Setelah espresso siap, peserta belajar membuat susu steam menggunakan fresh milk, bukan susu UHT. Rival mengarahkan posisi milk jug dan steam wand agar tidak menimbulkan terlalu banyak gelembung.

“Posisi steam wand jangan di tengah, tapi agak miring supaya susu tidak berbusa berlebihan,” ujarnya.

Begitu susu siap, peserta langsung menuangkannya di atas espresso. Rival menekankan pentingnya kecepatan karena jika dibiarkan lama, susu dan busanya akan terpisah dan hasil latte art pun gagal.

Peserta kemudian berlatih membuat tiga pola dasar latte art: heart, tulip, dan roseta. Dari tiga pola ini, mereka bisa mengembangkan berbagai bentuk kreatif seperti swan (angsa).

3. Kesan Seru dari Para Peserta

Setelah sesi selesai, para peserta bergantian mencoba membuat manual brew dan latte art. Sebagian berhasil menghasilkan rasa dan bentuk yang sesuai harapan, sementara lainnya masih perlu latihan. Namun, semuanya sepakat bahwa kelas ini menyenangkan dan menambah wawasan baru.

Dely dari Jakarta Barat mengaku baru pertama kali mengikuti kelas latte art. “Biasanya aku cuma penikmat kopi. Tapi setelah ikut kelas ini, aku jadi tertarik belajar lebih dalam,” ujarnya.

Sementara itu, Irma dari Jakarta Pusat juga berbagi kesannya. “Seru banget kelasnya! Aku cuma pengen coba-coba buat latte art, hasilnya belum jelas sih, tapi asik banget,” katanya sambil tertawa.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven
Resep Nasi Goreng Kencur Kemangi Gurih Praktis Rumahan
Siti Nurbaya Food Sumbar Raih Penghargaan IHYA 2026
Tips Membuat Sambal Enak dengan Tiga Teknik Berbeda
Peluang Usaha Kopi dengan Inspirasi Tradisi Dunia
5 Dessert Indonesia Terbaik 2026, Ada Pisang Goreng
7 Cara Menyimpan Nasi agar Tidak Cepat Basi
Rekomendasi Kuliner Sungai Penuh, Nasi Goreng Petai Annisa
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Resep Nasi Goreng Kencur Kemangi Gurih Praktis Rumahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Siti Nurbaya Food Sumbar Raih Penghargaan IHYA 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Tips Membuat Sambal Enak dengan Tiga Teknik Berbeda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Peluang Usaha Kopi dengan Inspirasi Tradisi Dunia

Berita Terbaru

Bola ubi isi cokelat dan getuk ubi keju, camilan praktis yang lezat. ( Foto AI INBRITA)

Kuliner

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:00 WIB

Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi.

Nasional

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi peringatan vitamin anak palsu yang beredar online.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Jumat, 23 Okt 2026 - 02:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Uncategorized

Prabowo Dorong Pemerataan Kekayaan Ekonomi Indonesia

Jumat, 23 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi Puppy Merge, game penghasil uang dengan klaim saldo DANA.

Teknologi

Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:00 WIB