Home / Khasanah

Selasa, 30 Desember 2025 - 05:40 WIB

Keutamaan Puasa Rajab, Hukum, Jadwal, dan Niat

Ilustrasi lentera dan kurma yang melambangkan ibadah puasa sunnah serta keberkahan bulan Rajab.

Ilustrasi lentera dan kurma yang melambangkan ibadah puasa sunnah serta keberkahan bulan Rajab.

Jakarta, iNBrita.comBulan Rajab memiliki keistimewaan karena Islam menetapkannya sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci. Banyak umat Islam meyakini bahwa Allah melipatgandakan pahala amal saleh yang mereka lakukan pada bulan ini dibandingkan bulan lainnya.. Lalu, benarkah anggapan tersebut?

Islam menganjurkan umatnya memperbanyak amal saleh pada bulan-bulan haram, salah satunya dengan berpuasa. Ibnu Rajab mencantumkan dalam kitab Latha’if al-Ma’arif riwayat yang menganjurkan, ‘Berpuasalah pada bulan-bulan haram.’

Berikut penjelasan lengkap mengenai keutamaan, hukum, jadwal puasa, serta bacaan niat puasa Rajab.

Keutamaan Puasa di Bulan Rajab

Islam memuliakan bulan Rajab sebagai bagian dari empat bulan haram, yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan tersebut melalui hadits riwayat AbuMiftah Fauzi menjelaskan dalam buku Memburu Syurga di Bulan Istimewa bahwa bulan-bulan ini memiliki kedudukan khusus dalam syariat Islam. Bakrah RA. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Satu bulan lagi adalah Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil Akhir dan Syakban.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa Allah memberikan keistimewaan khusus pada bulan-bulan haram. Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Allah melipatgandakan dosa atas perbuatan maksiat dan melipatgandakan pahala atas amal saleh yang dilakukan pada bulan-bulan tersebut. Riwayat ini tercantum dalam kitab Latha’if al-Ma’arif karya Ibnu Rajab.

Baca juga :   Aslori : Jembatan Tamiai Rampung, Boleh Dilewati

Ibnu Rajab menegaskan kembali bahwa pahala amal saleh pada bulan-bulan haram lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Karena itulah, banyak ulama generasi salaf memperbanyak ibadah puasa pada bulan-bulan tersebut. Di antara mereka adalah Ibnu Umar, Hasan Al-Bashri, dan Abu Ishaq As-Sabi’i. Sufyan Ats-Tsauri juga dikenal lebih menyukai puasa pada bulan-bulan haram.

Hukum Puasa di Bulan Rajab

Islam menetapkan puasa di bulan Rajab sebagai ibadah sunnah, seperti puasa Ayyamul Bidh atau puasa Senin-Kamis. Namun, para ulama melarang pengkhususan puasa Rajab dengan keyakinan tertentu yang tidak memiliki dasar hadits sahih.

Dalam kitab Al-Bida’ Al-Hauliyyah, Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiry menjelaskan bahwa hadits-hadits yang secara khusus mengistimewakan puasa Rajab dinilai lemah, bahkan sebagian tergolong palsu.

Imam An-Nawawi menegaskan bahwa tidak ada hadits sahih yang secara khusus memerintahkan atau melarang puasa Rajab. Meski demikian, karena puasa termasuk ibadah sunnah secara umum, umat Islam tetap boleh melaksanakannya.

Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa pada bulan-bulan yang disucikan sebagaimana disebutkan dalam Sunan Abu Daud, dan Rajab termasuk di dalamnya.

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Rajab

Umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah yang memiliki dasar hadits sahih, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau puasa Daud.

Baca juga :   Sedekah Subuh Dianjurkan Setelah Salat, Ini Penjelasannya

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025–2026 terbitan Kementerian Agama RI, jadwal puasa sunnah bulan Rajab sebagai berikut.

Puasa Sunnah Senin–Kamis

  • Senin, 22 Desember 2025

  • Kamis, 25 Desember 2025

  • Senin, 29 Desember 2025

  • Kamis, 1 Januari 2026

  • Senin, 5 Januari 2026

  • Kamis, 8 Januari 2026

  • Senin, 12 Januari 2026

  • Kamis, 15 Januari 2026

  • Senin, 19 Januari 2026

Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

  • 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026

  • 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026

  • 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026

Sementara itu, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Dengan ketetapan tersebut, puasa Ayyamul Bidh versi NU jatuh pada:

  • Sabtu, 3 Januari 2026

  • Minggu, 4 Januari 2026

  • Senin, 5 Januari 2026

Bacaan Niat Puasa Bulan Rajab

Sebelum menjalankan puasa, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan ibadah. Berikut bacaan niat puasa sunnah yang dikutip dari Buku Pintar Agama Islam karya Abu Aunillah Al-Baijury.

Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

(Tim*)

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Honda Scoopy Kuromi Limited Edition tampil dengan desain ungu khas karakter Sanrio Kuromi di booth Honda, Sarinah Jakarta.

Khasanah

Honda Scoopy Kuromi Limited Edition Tampil Funky

Daerah

Pasca Longsor, Jalan Bangko – Jangkat Kembali Normal

Khasanah

Sekda Alpian Buka Raimuna Pramuka Kwarcab Sungai Penuh
Petugas kesehatan haji Indonesia mengikuti pengarahan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah RI.

Khasanah

Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2026 Resmi Dibuka Kemenhaj
Umat Islam bersiap menyambut awal puasa Ramadhan 2026

Khasanah

Kurang Berapa Hari Lagi Puasa 2026?
Umat Islam menunaikan salat dhuha di pagi hari

Khasanah

Raih Berkah Lewat Salat Dhuha Setiap Pagi

Covid-19

Anggota Komisi lll DPRD Kota Sungai Penuh DPT Asfar Nasir,Terapkan Protokol Kesehatan Saat Lebaran

Khasanah

Kota Sungai Penuh Raih Anugerah Kota Layak Anak