Home / International News

Kamis, 7 Agustus 2025 - 10:50 WIB

China Selatan Diterjang Banjir, Ribuan Warga Terisolasi

Banjir parah melumpuhkan jalanan utama di Guangzhou, China Selatan, akibat hujan ekstrem awal Agustus 2025.

Banjir parah melumpuhkan jalanan utama di Guangzhou, China Selatan, akibat hujan ekstrem awal Agustus 2025.

iNBrita.com — Hujan ekstrem mengguyur wilayah selatan China selama beberapa hari terakhir. Akibatnya, berbagai aktivitas lumpuh dan kerusakan terjadi di banyak tempat.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, menjadi salah satu kota yang paling parah terdampak. Curah hujan yang turun merupakan yang terberat kedua sepanjang abad ini untuk bulan Agustus. Bandara Baiyun membatalkan 363 penerbangan dan menunda 311 lainnya akibat badai hebat.

Selain Guangzhou, kota-kota lain di Delta Sungai Mutiara juga terkena dampak. Hong Kong dan kawasan teknologi tinggi ikut terendam.

Data cuaca mencatat bahwa hujan pada Selasa lalu menjadi yang terlebat di bulan Agustus sejak tahun 1884. Tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir lumpur melanda banyak area permukiman.

Baca juga :   10 Februari 2026: Ramalan Shio Bawa Keberuntungan Besar

Tim penyelamat langsung bergerak ke berbagai titik terdampak. Mereka membuka saluran air, memompa genangan, dan mengevakuasi warga.

Gambar dari lapangan menunjukkan jalan-jalan yang rusak parah. Beberapa ruas bahkan memperlihatkan kabel dan infrastruktur bawah tanah yang terkelupas.

“Seluruh tim penyelamat dikerahkan untuk membantu evakuasi,” ujar juru bicara militer, Suneel Bartwal, yang dilansir dari Reuters

Di tengah banjir, ancaman wabah chikungunya mulai muncul. Genangan air memicu lonjakan populasi nyamuk pembawa virus.

Foshan, kota di sebelah barat Guangzhou, mencatat lebih dari 7.000 kasus chikungunya. Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa penyebaran bisa meluas jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca juga :   Bentrokan Taliban-Pakistan Meningkat di Wilayah Perbatasan

Pemerintah provinsi bergerak cepat menangani ancaman penyakit. Mereka menyemprotkan disinfektan, membersihkan genangan, dan membagikan obat-obatan kepada warga.

“Musim banjir tahun ini sangat berat. Aktivitas nyamuk meningkat tajam,” ujar pejabat kesehatan lokal. Warga diminta menjaga kebersihan dan segera melapor jika mengalami gejala demam tinggi.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut banjir ekstrem ini sebagai dampak krisis iklim. Perubahan cuaca global memicu siklus air yang semakin tidak stabil.

Saat ini, 16 sungai di Provinsi Guangdong berada dalam status siaga tinggi. Bahkan, dua di antaranya telah melampaui rekor tinggi muka air sejak 2017 dan 2018. (*)

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

"Donald Trump tandatangani perintah eksekutif ubah Kemhan AS jadi Departemen Perang"

International News

Trump Resmi Ganti Nama Kemhan Jadi Departemen Perang
Joko Widodo ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.

International News

Jokowi Terpilih Jadi Dewan Penasihat Bloomberg New Economy
Artefak kuno ditemukan di dasar laut Alexandria, Mesir.

International News

Penyelam Mesir Temukan Artefak Kuno di Canopus
Bendera Palestina berkibar sebagai simbol perjuangan rakyat Palestina

International News

Mengapa Eropa Berbalik Arah, Akui Palestina dan Kritik Israel
Bola api melintas di langit Cirebon sebelum terdengar dentuman keras pada malam hari.

International News

Fenomena Bola Api Jatuh dari Langit Gegerkan Warga Cirebon
Mobil terparkir di Sardinia saat gelombang panas ekstrem Italia

International News

Bocah Meninggal Terjebak di Mobil Saat Panas Ekstrem
Security officers escort protesters out of the Parliament hearing room after a demonstration.

International News

Protest Disrupts Parliament Meeting Over History Plan
Ruang server modern dengan pencahayaan biru dan oranye di pusat data berteknologi tinggi Google di India.

International News

Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India