Bandar Lampung, iNBrita.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi menggelar Lampung Fest 2025 di PKOR Way Halim dengan tema “Coffee and Tourism”. Tema ini dipilih untuk menyatukan dua kekuatan utama ekonomi daerah, yaitu kopi dan pariwisata Lampung.
Kopi Jadi Pendorong Utama Ekonomi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa komoditas kopi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Lampung sebesar 5,4% pada kuartal I 2025, tertinggi di seluruh Sumatera. Namun, sekitar 70% ekspor kopi nasional dari Lampung masih berbentuk biji mentah (green bean). Karena itu, Pemprov Lampung kini fokus pada hilirisasi kopi untuk meningkatkan nilai tambah produk.
“Kami bangga mendorong hilirisasi kopi Lampung. Kami ingin kopi Lampung tidak hanya terkenal di luar negeri, tetapi juga dikenal luas di dalam negeri. Kami akan memastikan proses produksi dan nilai tambahnya terjadi langsung di Lampung,” ujar Mirza dalam keterangan tertulis, Kamis (13/11/2025).
Mirza membuka Lampung Fest 2025 bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.
Lonjakan Wisata Domestik dan Strategi Promosi Kopi Lampung
Selain kopi, sektor pariwisata Lampung juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Pada tahun 2024, jumlah wisatawan mencapai 18 juta orang. Tahun 2025, kunjungan wisatawan diproyeksikan melonjak hingga 28 juta orang.
Mirza menegaskan bahwa jutaan wisatawan tersebut dapat menjadi duta promosi kopi Lampung.
“Bayangkan kalau 30 juta wisatawan pulang ke rumah masing-masing setelah menikmati kopi Lampung, lalu mereka menyukai rasanya. Kopi Lampung akan semakin terkenal dan nilainya naik. Dampaknya, ekonomi masyarakat Lampung pun meningkat,” jelas Mirza.
Lampung Fest 2025 Terselenggara Tanpa Dana APBD
Menariknya, Lampung Fest 2025 terlaksana tanpa menggunakan dana APBD. Acara ini sepenuhnya hasil kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pelaku ekonomi kreatif, komunitas media sosial, kuliner, UMKM, EO, promotor musik, hingga band lokal.
Dengan semangat kolaborasi inklusif, festival ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga menjadi wadah inkubasi, promosi, dan inovasi untuk menghidupkan kembali semangat penyelenggaraan event besar di Provinsi Lampung.
Target 300.000 Pengunjung dan Transaksi Rp50 Miliar
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menjelaskan bahwa Lampung Fest 2025 berlangsung selama 15 hari, mulai 11 hingga 25 November 2025. Festival ini mendukung gerakan Bangga Berwisata di Indonesia dan Bangga Buatan Indonesia, dengan target 200.000–300.000 pengunjung serta putaran transaksi Rp30–50 miliar.
Beragam kegiatan hadir di festival ini, mulai dari:
Festival budaya, kuliner, dan musik yang menampilkan musisi nasional dan lokal.
Pameran Paviliun Kopi, Semarak Anjungan Kabupaten/Kota, Trade Fair, Ekspos Pembangunan dan Pelayanan Publik, hingga UMKM Nusantara Expo.
Acara ini melibatkan 6 anjungan kabupaten/kota, 14 OPD, 3 perguruan tinggi, perbankan, BUMN, 40 perusahaan, dan sekitar 250 UMKM, termasuk pelaku kopi keliling.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Lampung Fest 2025 menjadi simbol kebangkitan kopi dan pariwisata Lampung menuju daya saing nasional dan global.
(VVR*)












