Jakarta, iNBrita.com — Produsen biskuit legendaris Lee Biscuits akan menghentikan seluruh kegiatan produksinya di Malaysia pada akhir Oktober 2026. Perusahaan yang berdiri sejak 1934 ini dikenal luas melalui produk biskuit marie dan berbagai jenis biskuit lainnya.
Lee Biscuits akan menutup pabriknya di Pontian, Johor, Malaysia, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi grup induknya. Melalui kebijakan ini, grup tersebut ingin mengonsolidasikan aset dan memusatkan bisnis pada sektor utama, terutama perkebunan karet dan kelapa sawit.
Mengutip laporan The Straits Times pada Minggu (25/10), perusahaan telah memberi tahu pemasok dan pelanggan mengenai rencana penghentian produksi sejak September lalu. Keputusan tersebut juga memengaruhi ratusan karyawan yang selama ini menjalankan kegiatan operasional pabrik.
Media Malaysia, China Press, melaporkan sekitar 300 karyawan masih akan bekerja hingga akhir Oktober. Mereka akan membersihkan area pabrik dan menyelesaikan berbagai pekerjaan menjelang penutupan fasilitas tersebut.
Manajemen senior pabrik menyatakan bahwa perusahaan telah menggelar penjualan penghabisan stok selama dua pekan terakhir setelah memutuskan menghentikan operasional. Konsumen kemudian menghabiskan seluruh persediaan biskuit yang tersedia.
Juga tidak lagi menampilkan situs resmi dan halaman media sosialnya. Kondisi tersebut semakin menandai berakhirnya aktivitas merek biskuit yang telah menemani konsumen selama puluhan tahun.
Perjalanan Lee Biscuits di Singapura dan Malaysia
Lee Kong Chian, seorang pengusaha sekaligus filantropis, mendirikan Lee Biscuits di Singapura pada 1934. Perusahaan ini mengembangkan berbagai produk, seperti biskuit marie, saltine crackers, iced gem dengan lapisan gula warna-warni, serta biskuit sandwich lemon.
Lee Biscuits menjalankan bisnisnya di Singapura selama 21 tahun sebelum memindahkan kegiatan produksi ke Malaysia pada 1955. Perusahaan memilih Malaysia karena negara tersebut menyediakan rantai pasok pertanian dan ruang industri yang mendukung kegiatan manufaktur.
Setelah pindah ke Malaysia, perusahaan sempat menjalankan produksi di Tampoi, Johor Bahru. Pada 2005, Lee Biscuits memindahkan lokasi produksinya ke Pontian, Johor, yang kemudian menjadi lokasi pabrik hingga perusahaan memutuskan menutupnya pada akhir Oktober 2026.
Grup Induk Alihkan Fokus ke Bisnis Perkebunan
Lee Biscuits bukan satu-satunya bisnis manufaktur makanan yang dihentikan oleh grup induknya. Pada 2023, grup tersebut juga menutup pabrik pengalengan nanas di Skudai, Johor, setelah menjalankan bisnis itu selama puluhan tahun.
Keputusan tersebut mencerminkan perubahan strategi grup yang semakin memprioritaskan sektor perkebunan kelapa sawit. Dengan menutup pabrik Lee Biscuits, grup induknya kembali mengurangi kegiatan manufaktur makanan dan mengalihkan perhatian pada bisnis perkebunan sebagai bagian dari strategi konsolidasi aset.
(eny)









