SOLOK SELATAN, iNBrita.com – Longsor menimbun sejumlah pekerja di kawasan tambang emas ilegal di Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.10 WIB itu menewaskan empat orang. Enam pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi mengatakan, para pekerja melakukan aktivitas mendulang emas secara manual di sekitar tebing ketika longsor terjadi.
“Ketika longsor terjadi, empat orang tertimbun. Yang lainnya kemudian keluar dari lokasi untuk mencari pertolongan,” kata Andreanaldo, dikutip dari Kompas.com Kamis (8/10/2026).
Para pekerja yang selamat langsung meninggalkan lokasi untuk mencari bantuan. Mereka membutuhkan waktu untuk mencapai permukiman karena lokasi tambang cukup jauh dari rumah warga.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama keluarga korban langsung mendatangi lokasi. Mereka kemudian melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para pekerja yang tertimbun material longsor.
Petugas menemukan empat korban dalam kondisi meninggal dunia.
Keempat korban tersebut yakni Rafli Irfan (25), Defriadi (43), Zulpad Rianto (42), dan Firmandani (25).
Rafli berasal dari Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang. Defriadi merupakan warga Jorong Kampung Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara. Sementara Zulpad Rianto dan Firmandani tinggal di Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur.
Warga menyebut Rafli dan Firmandani sehari-hari bekerja sebagai petani. Sementara Defriadi dan Zulpad Rianto mencari nafkah sebagai wiraswasta.
Warga Sempat Sebut 10 Orang Tertimbun
Sebelum petugas memastikan jumlah korban, warga sempat menyebut sebanyak 10 orang tertimbun longsor di kawasan tambang tersebut.
Menurut seorang warga, 10 pekerja itu menjalankan tugas sebagai penggarai. Mereka mengambil tanah hasil galian ekskavator dan memasukkannya ke mesin dompeng untuk mengolah material tambang.
Enam pekerja berhasil keluar dari lokasi setelah longsor terjadi. Petugas kemudian membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
Setelah menjalani pemeriksaan, pihak rumah sakit mengizinkan keenam pekerja tersebut pulang ke rumah masing-masing.
Keluarga juga langsung memakamkan empat korban meninggal pada Selasa (6/10/2026) di kediaman masing-masing.
Warga Sebut Ekskavator Masih Berada di Lokasi
Polisi menyatakan para pekerja melakukan aktivitas mendulang emas secara manual. Namun, warga memberikan keterangan berbeda mengenai kondisi di kawasan tambang tersebut.
Warga mengaku masih melihat ekskavator dan mesin dompeng berada di lokasi hingga Rabu (7/10/2026).
“Sampai kemarin, mesin-mesin ekskavator masih ada di lokasi, termasuk mesin dompeng. Kalau hari ini saya belum tahu apakah sudah dipindahkan atau bagaimana,” ujar warga tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak terkait belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keberadaan alat berat di kawasan tambang tersebut.
Kapolres Solok Selatan menegaskan, data sementara kepolisian mencatat empat orang meninggal dunia dalam kejadian longsor itu. Enam pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri.
(eny)









