Lonjakan H3N2 Subclade K Picu Kekhawatiran Super Flu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pasien anak dirawat di rumah sakit dengan infus, ilustrasi penanganan kasus influenza berat.

Seorang pasien anak dirawat di rumah sakit dengan infus, ilustrasi penanganan kasus influenza berat.

Jakarta, iNBrita.com – Lonjakan kasus influenza akibat varian baru influenza A (H3N2) subclade K di sejumlah negara memicu kekhawatiran publik terhadap potensi pandemi pasca-COVID-19.

Istilah “super flu” muncul karena dugaan virus ini menular lebih cepat. Namun, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menegaskan kondisi saat ini belum mengarah ke pandemi.

“Perkembangan saat ini menunjukkan super flu hanya berpotensi menyebabkan gelombang flu yang lebih berat dari biasanya, belum menuju pandemi,” ujar Prof Tjandra, Kamis (1/1/2026).

Tiga Faktor Penentu Pandemi

Prof Tjandra menyatakan para ahli tidak bisa menilai potensi pandemi secara tergesa-gesa. Mereka harus mempertimbangkan beberapa faktor utama.

Ia menyebut tiga syarat agar super flu berkembang menjadi pandemi, seperti influenza H1N1 pada 2009.

Pertama, virus H3N2 harus mengalami mutasi besar hingga menjadi varian baru yang sangat berbeda.

Kedua, virus harus menunjukkan peningkatan tajam dalam penularan dan keparahan penyakit.

Ketiga, virus harus menyebar luas lintas negara hingga tidak lagi terbendung.

Baca Juga :  5 Minuman Alami untuk Detoks dan Sehatkan Ginjal

“Jika ketiga faktor ini tidak muncul bersamaan, peluang pandemi tetap kecil,” jelasnya.

H3N2 Bukan Virus Baru

Prof Tjandra menegaskan bahwa virus H3N2 bukan virus baru. Lonjakan kasus di Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat, serta kemungkinan di Malaysia dan Thailand, juga melibatkan virus ini.

Dunia bahkan pernah mengalami wabah besar influenza H3N2 pada 1968, meski belum melibatkan subclade K.

Mutasi dan Situasi Global

Meski demikian, para ahli tetap perlu waspada. Virus H3N2 subclade K telah mengalami sekitar tujuh mutasi. WHO sejak November 2025 mencatat virus ini menyebar cepat dan mendominasi kasus influenza di belahan bumi utara.

Di Amerika Serikat, data per 30 Desember 2025 menunjukkan influenza berada pada level tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian, naik dari 17 negara bagian pada pekan sebelumnya.

Kasus dan Kematian Meningkat

Jumlah pasien influenza yang dirawat di rumah sakit melonjak menjadi 19.053 orang, hampir dua kali lipat dari pekan sebelumnya. CDC juga mencatat sekitar 3.100 kematian akibat influenza musim ini.

Baca Juga :  Menkes Targetkan Produksi Dokter Spesialis Capai 10.000

Dalam satu pekan, jumlah kematian anak meningkat dari tiga menjadi lima kasus.

Mayoritas kasus influenza di Amerika Serikat disebabkan oleh virus H3N2. Para ahli menilai subclade K berpotensi menjadi varian dominan.

Imbauan untuk Masyarakat

Prof Tjandra mengimbau masyarakat tetap waspada. Ia meminta warga yang mengalami gejala flu untuk menjaga kondisi tubuh, memakai masker, dan beristirahat.

Ia juga mendorong masyarakat segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan jika gejala memburuk, serta melapor bila muncul klaster flu di rumah, kantor, atau sekolah.

Peran Pemerintah dan Vaksinasi

Prof Tjandra menegaskan pentingnya vaksinasi influenza, terutama bagi lansia dan penderita penyakit penyerta.

Ia juga meminta pemerintah menyampaikan perkembangan virus H3N2 subclade K secara terbuka, rutin, dan berkelanjutan kepada publik.

“Pemerintah perlu menyampaikan informasi secara transparan, termasuk setelah penemuan 62 kasus ini,” tutupnya.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat
Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang
Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit
Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes
Telur Omega-3 Apakah Lebih Rendah Kolesterol Faktanya
8 Minuman Pagi Berbahaya yang Wajib Anda Hindari
Waspadai Lima Makanan Pemicu Hipertensi dan Stroke
BPOM Pastikan Terapi Nikotin Aman untuk Berhenti Merokok
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:00 WIB

Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat

Senin, 15 Juni 2026 - 03:00 WIB

Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:00 WIB

Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Telur Omega-3 Apakah Lebih Rendah Kolesterol Faktanya

Berita Terbaru

Ilustrasi HP  (pexels.com/Andrey Matveev)

Teknologi

Harga HP dan Laptop Naik Akibat Ledakan AI

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi Game Free Fire Garena (Dok. Garena)

Game

Kode Redeem Free Fire 16 Juni 2026 Terbaru Hari Ini

Selasa, 16 Jun 2026 - 01:00 WIB

Alstroemeria  berbunga lebat dan tahan panas. ( Foto Pexels)

Ekonomi

Cara Menanam Alstroemeria Agar Rajin Berbunga

Selasa, 16 Jun 2026 - 00:00 WIB

Suplemen minyak ikan mengandung omega-3 yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan mengontrol kolesterol.( Foto : https://www.naturalfarm.id)

Kesehatan

Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini untuk produk UBS dan Galeri 24. (Dok. Pegadaian)

Ekonomi

Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sebelum Membeli

Senin, 15 Jun 2026 - 13:15 WIB