Home / Opini

Kamis, 13 November 2025 - 16:44 WIB

Mendapo Ada Sebelum Kolonial Belanda, Bukan Produk Penjajahan

Safwandi, Dpt., Sekjen LAM Kerinci, ( Foto Andalas)

Safwandi, Dpt., Sekjen LAM Kerinci, ( Foto Andalas)

Kerinci, iNBrita.com — Safwandi, Dpt., pemerhati adat dan sejarah Kerinci, menegaskan bahwa istilah “Mendapo” sudah ada jauh sebelum Belanda masuk Kerinci pada 1900–1901. Ia menyatakan bahwa sistem pemerintahan adat ini berasal dari kearifan lokal masyarakat Kerinci.

Sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci, Safwandi menjelaskan bahwa Mendapo bukan hasil penjajahan. “Mendapo sudah ada sejak lama, jauh sebelum Belanda,” ujarnya tegas.

Baca juga :   SMSI Jambi Gelar Seminar Digital Marketing dan Jalan Batu Bara

Safwandi menambahkan, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa Mendapo terkait dengan masa Belanda. “Sejarah harus berdasar bukti, bukan asumsi,” tegasnya.

Ia juga menyebut gelar adat “Sigumi Putih Tanah Mendapo” di Semurup sebagai bukti bahwa sistem ini sudah ada sejak lama.

Baca juga :   Polisi Temukan Penjual Sayur yang Pernah Menolongnya

Menurutnya, sistem Mendapo mengatur pengelolaan sumber daya alam dan hukum adat. Bukti seperti Prasasti Tanduk dari Mendapo Rawang juga memperkuat eksistensi sistem ini.

Meski ada perubahan setelah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979, Safwandi menegaskan bahwa nilai-nilai Mendapo tetap hidup dalam masyarakat Kerinci. “Mendapo simbol kedaulatan dan identitas budaya Kerinci,” tutupnya.

(Eni)

Berita ini 40 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika

Hubungan itu “Saling” bukan “Maunya”.
Potret Deni atau Dea Lipa, figur viral Sister Hong Lombok asal Praya Timur.

Opini

Sister Hong Lombok dan Respons Publik di Era Digital

Dinamika

Memilih Setia..?

Opini

Fenomena Wartawan Dadakan dan Ancaman Serius Dunia Jurnalistik

Covid-19

Malam Pergantian Tahun
Hen Madura sedang mengelas rangka besi di bengkel las sederhana miliknya di Sungai Penuh.

Opini

Anak Seorang Tukang Las Sungai Penuh Raih S2 Belanda
Walikota Alfin dan Bupati Monadi berdampingan saat Balik Kudahin, menunjukkan harmoni Sungai Penuh dan Kerinci.

Opini

Festival Balik Kudahin Tegaskan Ikatan Kerinci Sungai Penuh

Opini

Ini bukan Negeri Preman