Kerinci, iNBrita.com — Safwandi, Dpt., pemerhati adat dan sejarah Kerinci, menegaskan bahwa istilah “Mendapo” sudah ada jauh sebelum Belanda masuk Kerinci pada 1900–1901. Ia menyatakan bahwa sistem pemerintahan adat ini berasal dari kearifan lokal masyarakat Kerinci.
Sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci, Safwandi menjelaskan bahwa Mendapo bukan hasil penjajahan. “Mendapo sudah ada sejak lama, jauh sebelum Belanda,” ujarnya tegas.
Safwandi menambahkan, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa Mendapo terkait dengan masa Belanda. “Sejarah harus berdasar bukti, bukan asumsi,” tegasnya.
Ia juga menyebut gelar adat “Sigumi Putih Tanah Mendapo” di Semurup sebagai bukti bahwa sistem ini sudah ada sejak lama.
Menurutnya, sistem Mendapo mengatur pengelolaan sumber daya alam dan hukum adat. Bukti seperti Prasasti Tanduk dari Mendapo Rawang juga memperkuat eksistensi sistem ini.
Meski ada perubahan setelah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979, Safwandi menegaskan bahwa nilai-nilai Mendapo tetap hidup dalam masyarakat Kerinci. “Mendapo simbol kedaulatan dan identitas budaya Kerinci,” tutupnya.
(Eni)










