Peneliti Temukan Bakteri Kunyit Hasilkan Senyawa Antikanker Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kunyit. (Dok. Pixabay)

Foto: Kunyit. (Dok. Pixabay)

Jakarta, iNBrita.com  – Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN bekerja sama dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan bakteri aktinomisetes di sekitar akar kunyit (Curcuma longa L.) yang menghasilkan senyawa antikanker. Senyawa ini menyerang sel kanker payudara dengan efektif, namun tetap aman bagi sel normal.

Tim peneliti mengisolasi tujuh bakteri dari tanah perkebunan kunyit di Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka menguji setiap isolat terhadap sel kanker payudara T47D di laboratorium. Hasil uji menunjukkan bahwa isolat TC-ARCL7 memiliki aktivitas antikanker sangat tinggi dengan IC50 hanya 0,2 µg/ml—lebih rendah dibandingkan doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol kunyit. Isolat ini juga menunjukkan toksisitas rendah terhadap sel normal, sehingga memiliki tingkat selektivitas tinggi.

Aniska Novita Sari, peneliti BRIN, menjelaskan bahwa temuan ini membuktikan bahwa sumber anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat. Mikroba yang hidup di sekitar tanaman dapat menghasilkan aktivitas biologis serupa dan peneliti dapat mengembangkannya menjadi obat berbasis alam yang efisien dan berkelanjutan.

Analisis molekuler menunjukkan bahwa TC-ARCL7 membawa klaster gen biosintesis poliketida (PKS1 dan PKS2) yang berperan penting dalam produksi metabolit sekunder antikanker. Peneliti mengidentifikasi bahwa bakteri ini berkerabat dekat dengan Kitasatospora misakiensis dan Kitasatospora purpeofusca, kelompok bakteri yang menghasilkan berbagai senyawa farmasi bioaktif.

Aniska menegaskan bahwa timnya akan memurnikan senyawa aktif, mengoptimalkan produksi metabolit, dan melakukan uji pra-klinik sebelum mengembangkan senyawa ini menjadi kandidat obat antikanker yang aman dan efektif.

Tim peneliti mempublikasikan hasil riset ini di Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 (DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990) .

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Harga Motorola Edge 70 Plus dan Spesifikasi Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 22:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB