Home / KERINCI

Kamis, 8 Mei 2025 - 11:04 WIB

PLTA Kerinci: Saatnya Rakyat Menjadi Tuan di Tanah Sendiri

Pebi Julianto (Dosen IAIN Kerinci)

Pebi Julianto (Dosen IAIN Kerinci)

Oleh: Pebi Julianto (Dosen IAIN Kerinci)

inBrita.com – PLTA Kerinci berdiri megah di
bawah kaki Bukit Barisan.Pembangunan proyek nasional oleh PT. Kerinci Merangin Hidro ini digadang-gadang menjadi sumber listrik utama bagi Sumatera.

Suara rakyat yang belum sepenuhnya terdengar.padahal Presiden Prabowo Subianto sebentar lagi akan meresmikan

Setelah sekian lama masyarakat Kerinci menanggung beban yang tak ringan jalan-jalan rusak, banjir akibat alih fungsi sungai, konflik sosial karena lahan, serta kompensasi yang tak selalu adil. Mereka menyaksikan tanah mereka diubah, tapi tak semua merasa diikutsertakan.

Ini bukan Fenomena baru,Studi European Environmental Conflict Network (2023) menunjukkan bahwa megaproyek energi yang mengabaikan suara masyarakat lokal sering berujung konflik dan ketidakpercayaan. Ini jadi peringatan penting bagi kita. pembangunan tidak boleh mengorbankan mereka yang paling dekat dengan sumber daya.

Baca juga :   Bupati Monadi Serahkan Bantuan Sapi Kurban Presiden

Hengki Fernanda Disertasinya di Universitas Andalas mengingatkan pentingnya pendekatan partisipatif—kompensasi yang layak, pengelolaan dampak sosial yang jujur, dan program CSR yang menyasar lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. Bukan sekadar formalitas, tapi komitmen nyata.

Turbin PLTA ,air yang menggerakkan
itu bukan milik korporasi semata. Itu milik rakyat Kerinci. Maka, wajar jika muncul harapan besar dari berbagai forum,rakyat harus mendapat manfaat langsung. Setidaknya, listrik gratis bagi masyarakat Kerinci ,menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka.

Contoh dari Denmark menunjukkan bahwa pemberian listrik gratis kepada komunitas lokal bukan hanya mungkin, tapi efektif menurunkan konflik, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong ekonomi lokal. Mengapa hal serupa tak bisa diterapkan di Kerinci?

Baca juga :   Dugaan Malapraktik Sunat Laser di Kerinci Disorot Ombudsman

PLTA ini bukan hanya soal infrastruktur. Ia adalah cermin,apakah negara benar-benar hadir untuk rakyatnya? Apakah pembangunan memberi tempat terhormat bagi mereka yang paling terdampak?

Kehadiran Presiden Prabowo diharapkan bukan hanya datang untuk menyalakan mesin-mesin, tapi juga menyalakan harapan. Menunjukkan bahwa negara tak lupa pada rakyat yang telah membuka jalan bagi pembangunan ini. Bukan dengan janji, tapi dengan tindakan listrik gratis sebagai simbol keadilan dan penghargaan.

Rakyat Kerinci tak menuntut banyak. Mereka hanya ingin terang yang lahir dari tanah mereka, juga menerangi rumah mereka. Ketika itu terjadi, barulah pembangunan ini layak disebut keberhasilan bersama.
Editor: Eni Syamsir

Berita ini 267 kali dibaca

Share :

Baca Juga

KERINCI

Instruksi Bupati, Dinas PUPR Sigap Atasi Saluran Air, di Desa Jernih Jaya

Internasional

Pemkab Kerinci dan TNKS Koordinasi Jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning
Ilustrasi hujan deras dengan tetesan air yang deras dari langit gelap

KERINCI

Waspada BMKG Prediksi Hujan Lebat Sore Hari di Kerinci Penuh
Bupati Kerinci Monadi memberi apresiasi kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah pada peringatan HUT ke-67 Kabupaten Kerinci.

KERINCI

Bupati Monadi Tegaskan Kolaborasi Kunci Majukan Kerinci

KERINCI

Musrenbang RPJMD Jambi, Monadi Dorong Kolaborasi Pembangunan Daerah
Mitsubishi Canter putih terbalik di Simpang 4 Tugu PKK, Kerinci

KERINCI

Mitsubishi Terbalik, 7 Penumpang Alami Luka
Bupati Kerinci Monadi canangkan pengembangan peternakan kambing PE di Kayu Aro

KERINCI

Monadi Resmikan Kawasan Sentral Ternak Kambing PE
Tangkapan layar suasana kecelakaan seorang siswa di Kerinci, warga terlihat berada di lokasi kejadian.

KERINCI

Video Kecelakaan Dua Siswi Sekolah di Kerinci Viral