Home / Nasional

Rabu, 4 Februari 2026 - 03:00 WIB

Prabowo Soroti Sampah Bali, Pemerintah Bentuk Satgas Pantai

Sampah kiriman dari laut terlihat menumpuk di kawasan Pantai Kuta, Bali, saat musim hujan.

Sampah kiriman dari laut terlihat menumpuk di kawasan Pantai Kuta, Bali, saat musim hujan.

Jakarta, iNBrita.comPresiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah yang menumpuk di Bali karena dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Indonesia itu indah. Orang mau datang, tapi yang mereka lihat justru kumuh. Mereka ke Bali, tapi pantainya kotor,” kata Prabowo saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Prabowo mengaku menerima langsung keluhan dari tokoh luar negeri terkait kondisi Bali. Ia menyebut kritik tersebut sebagai masukan penting bagi pemerintah.

“Saya bertemu tokoh-tokoh di Korea. Mereka bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice’. Saya terima itu sebagai kritik,” ujarnya.

Prabowo juga menampilkan dokumentasi kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah pada Desember 2025. Ia mempertanyakan minat wisatawan jika kondisi tersebut terus berlanjut.

“Ini pantai Bali. Bagaimana wisatawan mau datang kalau yang mereka lihat sampah?” tegasnya.

Pemprov Bali Bentuk Satgas Sampah Pantai

Menanggapi pernyataan Presiden, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa memastikan pemerintah telah mengambil langkah konkret. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Bali akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah Pantai.

Pemprov Bali akan menempatkan Satgas tersebut di kawasan Pantai Kuta. Satgas akan bertugas merespons cepat setiap kali arus laut membawa kiriman sampah ke pantai.

Baca juga :   Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp 6,6 Triliun

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Mereka akan membentuk Satgas Sampah Pantai yang siaga menangani sampah kiriman dari laut, khususnya di Pantai Kuta,” kata Ni Luh kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Kemenpar Jalankan Gerakan Wisata Bersih

Selain pembentukan Satgas, Kementerian Pariwisata terus menjalankan Gerakan Wisata Bersih (GWB) bersama para pemangku kepentingan. Kemenpar meluncurkan program ini pada 2025 atas arahan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Ni Luh menjelaskan, GWB bertujuan meningkatkan kesadaran pemerintah daerah, masyarakat, dan wisatawan tentang pentingnya pengelolaan sampah di destinasi wisata.

“Kami menjalankan GWB di sejumlah destinasi di Bali dan melibatkan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Kemenpar bekerja sama dengan komunitas lingkungan seperti Sungai Watch. Pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari.

Pemerintah Bentuk Tim Penanganan Sampah Laut

Di tingkat nasional, Kementerian Pariwisata bersama kementerian dan lembaga lain membentuk Tim Koordinasi Penanganan Sampah Laut. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin tim tersebut.

Pemerintah mengoordinasikan berbagai langkah lintas sektor untuk mempercepat penanganan sampah laut, termasuk di wilayah Bali.

Sampah Pantai Bersifat Musiman

Ni Luh mengungkapkan, berdasarkan laporan Gubernur Bali I Wayan Koster, sebagian besar sampah yang menumpuk di pantai merupakan sampah kiriman dari laut.

“Sampah di Pantai Kuta muncul secara musiman, terutama pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari. Arus laut yang deras saat musim hujan membawa sampah ke pantai,” jelas Ni Luh.

Baca juga :   Libur Nasional April 2026 Hadirkan Long Weekend Paskah

Pemerintah Olah Sampah dan Pasang Penghalang

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menjalankan berbagai kegiatan teknis. Pemerintah mengolah sampah yang terkumpul menjadi kompos. Selain itu, pemerintah memasang trash rack dan trash barrier di sejumlah titik strategis.

Langkah-langkah ini bertujuan menahan sampah sebelum masuk ke laut dan pantai.

Proyek Sampah Jadi Energi Dimulai 2026

Pemerintah juga menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Pemerintah akan memulai proyek ini pada Maret 2026, khususnya untuk wilayah Denpasar dan Badung.

Sementara itu, pemerintah menargetkan proyek Waste to Energy (WtE) rampung dalam waktu maksimal 12 bulan. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut mulai beroperasi paling lambat akhir 2027.

Kunjungan Wisatawan Tetap Meningkat

Ni Luh menegaskan persoalan sampah tidak menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Data menunjukkan tren kunjungan justru meningkat.

Jumlah wisatawan mancanegara ke Bali pada Januari–September 2025 mencapai 5.291.700 orang. Angka ini naik 11,5 persen dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar 4.745.200 wisatawan.

Sementara itu, jumlah wisatawan nusantara ke Bali pada Januari–Oktober 2025 mencapai 28,98 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 14,7 persen dibanding periode Januari–Oktober 2024 yang mencatat 25,26 juta kunjungan.

(Tim*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Uang rupiah di tangan konsumen saat hendak membayar makanan di gerai yang menolak pembayaran tunai.

Nasional

Pakar Hukum: Penolakan Pembayaran Tunai Bisa Dipidana
Mesin ATM menyediakan pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 menjelang Idulfitri 2026 untuk tarik tunai THR

Nasional

Pecahan ATM Rp10.000 Meningkat Jelang Idulfitri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers di Jakarta.

Nasional

Purbaya Tegaskan Gaya Kaboinya Atas Arahan Presiden

Nasional

Harkitnas ke-117 Tahun 2025 Tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”
Fori menerima penghargaan Pemuda Pelopor Desa 2025 tingkat Provinsi Jambi dari Dispora Jambi.

Nasional

Fory Wakili Jambi di Ajang Pemuda Pelopor Nasional
Bupati Pati Sudewo menemui massa aksi di depan Kantor Bupati Pati.

Nasional

Massa Lempar Sandal dan Botol ke Bupati Pati
Toyota Raize terbaru dengan desain sporty dan fitur terbaru

Nasional

Toyota Luncurkan Raize Terbaru, Harga Mulai Rp240 Jutaan
Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Fitria berjabat tangan dengan siswa Indra Lutfiana Putra usai saling memaafkan di Serang, Banten.

Nasional

Guru Cimarga dan Siswa Merokok Akhirnya Damai