Jakarta, iNBrita.com — Mendikdasmen Tekankan 3M sebagai Fondasi Pendidikan Berkualitas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan program semata. Oleh karena itu, ia menilai keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh penerapan tiga pilar utama yang disebut sebagai 3M.
Tiga Pilar 3 M Utama Pendidikan
Dalam hal ini, melalui pidatonya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Mu’ti menjelaskan bahwa 3M terdiri dari mindset (pola pikir maju), mental (ketangguhan), dan misi (arah yang benar).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tanpa ketiga unsur tersebut, berbagai kebijakan pendidikan hanya akan berhenti sebagai formalitas administratif. Akibatnya, program yang dijalankan berpotensi sekadar menghasilkan angka-angka capaian tanpa dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran. Dengan kata lain, transformasi pendidikan tidak akan berjalan optimal.
Pendidikan Lebih dari Sekadar Akademik
Di sisi lain, Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki makna yang lebih luas sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Oleh sebab itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Selanjutnya, ia menyebut pendidikan sebagai proses membentuk watak sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian, tujuan pendidikan mencakup pengembangan manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta memiliki tanggung jawab sosial. Tidak hanya itu, aspek kesehatan jasmani dan rohani juga menjadi bagian penting.
Sejalan dengan Visi Nasional
Sementara itu, Mu’ti juga mengaitkan arah pembangunan pendidikan dengan visi Prabowo Subianto melalui program Asta Cita. Dalam konteks ini, pendidikan dipandang sebagai kunci utama pembangunan sumber daya manusia unggul.
Dengan demikian, ia menilai pendidikan berperan penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat. Oleh karenanya, kolaborasi lintas sektor menjadi hal yang tidak terpisahkan.
Fondasi Pendidikan Inklusif
Secara bersamaan, pendekatan ini mengintegrasikan empat pusat pendidikan utama, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Pada akhirnya, Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah berkontribusi dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia









