Rupiah Melemah ke Rp17.405 Tertekan Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layar menampilkan pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru

Layar menampilkan pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru

Jakarta, iNBrita.comNilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026).

Data Refinitiv menunjukkan rupiah melemah 0,26% dan ditutup di level Rp17.405/US$. Sejak awal perdagangan, pelaku pasar sudah menekan rupiah. Pada pembukaan pagi, pelaku pasar mendorong rupiah turun 0,06% ke Rp17.370/US$, lalu terus menekan hingga penutupan sore.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat. Indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia ini naik 0,10% ke level 98,001 pada pukul 15.00 WIB.

Penguatan dolar AS mendorong pelemahan rupiah sepanjang hari. Investor meningkatkan permintaan terhadap dolar karena mereka mencari aset safe haven.

Baca Juga :  LPEI Dukung UMKM Ekspor Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Ketidakpastian global memicu sentimen tersebut. Pelaku pasar belum melihat titik terang dalam upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama 10 pekan.

Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington dan menyebut respons tersebut “totally unacceptable” atau tidak dapat diterima.

Sebelumnya, Iran menawarkan pengalihan sebagian stok uranium yang telah diperkaya tinggi ke negara ketiga.

Namun, pemerintah Iran tetap mempertahankan infrastruktur nuklirnya dan menolak membongkarnya.

Baca Juga :  BNN Tangkap Dewi Astutik Otak Sabu Lima Triliun

Dari dalam negeri, Bank Indonesia mencatat keyakinan konsumen tetap kuat pada April 2026. Survei Konsumen menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 123,0, naik tipis dari 122,9 pada bulan sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi karena masyarakat menilai kondisi ekonomi saat ini semakin baik. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik menjadi 116,5 dari 115,4. Sementara itu, masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ke depan, meskipun sedikit menurun. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat sebesar 129,6, turun dari 130,4 pada bulan sebelumnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya
ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi
Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya
IHSG Pekan Ini Rawan Koreksi, Investor Wajib Waspada
Grab Tutup Program Hemat, Tarif GrabBike Tetap Stabil
Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun
Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:00 WIB

ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:00 WIB

IHSG Pekan Ini Rawan Koreksi, Investor Wajib Waspada

Berita Terbaru

Harga emas Antam di Pegadaian turun pada perdagangan Kamis (27/8/2026).(Foto : Shutterstock/Tyasindayanti)

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi bansos. (Antara/Aswaddy Hamid)

Ekonomi

Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi tabung LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah untuk penyaluran subsidi tepat sasaran.(Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Ekonomi

ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:00 WIB

Penjualan motor listrik di Indonesia melambat hingga Agustus 2026.(Foto : Dok. Alva)

Ekonomi

Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:00 WIB

Program Molinas ditargetkan mendorong industri motor listrik nasional dan menciptakan nilai ekonomi Rp150 triliun.(FOTO : TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)

Nasional

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:00 WIB