Pergelaran Seni Luhah Singarapi Puteah Semarakkan Kenduri Sko Enam Luhah
Sungai Penuh, iNBrita.com – Luhah Datuk Singarapi Puteah Sunge Pnoh menggelar Pergelaran Seni dan Budaya bertajuk Tradisi Hang Lahaek pada Minggu (28/6/2026) malam. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian menuju Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026. Masyarakat Enam Luhah memanfaatkan pergelaran tersebut untuk melestarikan adat sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
Pimpinan dan anggota DPRD Kota Sungai Penuh menghadiri kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, S.E., M.M., yang mewakili Wali Kota Sungai Penuh. Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Lembaga Adat Pondok Tinggi, Depati Nan Betujuh, ninik mamak, tokoh masyarakat, cendekiawan, serta anak jantan dan anak batino Enam Luhah juga ikut memeriahkan acara.
Pemerintah Kota Apresiasi Pelestarian Budaya
Sekda Alpian mengapresiasi panitia, ninik mamak, tokoh adat, dan masyarakat yang bekerja keras menyukseskan pergelaran seni budaya tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memperkuat identitas budaya Kota Sungai Penuh sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh mengapresiasi seluruh pihak yang terus menjaga dan melestarikan adat istiadat. Semoga semangat ini terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Alpian.
Depati Irwansyah Ajak Masyarakat Jaga Tradisi
Ninik Mamak Luhah Singarapi Puteah, Depati Irwansyah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang menghadiri pergelaran tersebut. Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kekompakan selama rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah 2026 berlangsung.
Ia berharap seluruh panitia dan masyarakat menjalankan setiap tahapan kegiatan dengan tertib sehingga puncak Kenduri Sko berlangsung aman, lancar, dan sukses. Menurutnya, masyarakat harus terus menjaga adat sebagai warisan leluhur.
Anak Jantan dan Anak Batino Tampilkan Kesenian Hang Lahaek
Anak jantan dan anak batino Luhah Singarapi Puteah menampilkan beragam kesenian tradisional sepanjang malam. Mereka membawakan pencak silat tradisional, Tari Sekapur Sirih, Tari Rangguk, pementasan cerita rakyat, kolosal busana adat Dahin Balek Ka Dahin, drama rakyat Sepucuk Surat Ninek Siak Lengaeh, Tari Nurun Sko, dan Tari Asing Ambung.
Panitia juga meluncurkan karya Masa Kecil di Lahek Tumpoh Dahing. Selanjutnya, Sekda Alpian bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh menyanyikan lagu Datung Aeh. Anak jantan dan anak batino kemudian menutup pergelaran dengan menampilkan Tari Iyo-Iyo secara massal yang memukau para tamu undangan.
Perkuat Semangat Menyambut Kenduri Sko
Masyarakat Enam Luhah menjadikan pergelaran Tradisi Hang Lahaek sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga adat dan budaya. Mereka juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyambut puncak Kenduri Sko Enam Luhah 2026, yang menjadi salah satu agenda adat terbesar di Kota Sungai Penuh.
(eny)









