Siapa Renee Good, Perempuan Tewas Ditembak Imigrasi AS

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Renee Nicole Good, penyair yang memenangi sebuah penghargaan sastra di AS.

Renee Nicole Good, penyair yang memenangi sebuah penghargaan sastra di AS.

Minneapolis, iNBrita.com  — Petugas imigrasi federal Amerika Serikat menembak mati seorang perempuan dalam sebuah operasi di Minneapolis. Korban bernama Renee Nicole Good, 37 tahun, ibu tiga anak yang baru setahun terakhir menetap di kota tersebut,  dikenal sebagai penyair peraih penghargaan sastra dan pemain gitar amatir. Oleh karena itu, kabar kematiannya dengan cepat menyebar luas dan memicu reaksi keras publik. Di berbagai wilayah Amerika Serikat, warga turun ke jalan sambil membawa poster bertuliskan “Justice for Renee”.

Sosok Renee di Mata Keluarga

Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga mengenal Renee sebagai pribadi yang lembut dan penuh kasih. Ibunya, Donna Ganger, mengatakan kepada Minnesota Star Tribune bahwa putrinya kemungkinan besar merasa ketakutan saat berhadapan dengan aparat imigrasi.

Selain itu, Donna menggambarkan Renee sebagai sosok yang selalu mendahulukan orang lain.
“Dia adalah salah satu orang paling baik yang pernah saya kenal,” ujarnya.
“Renee selalu peduli, pemaaf, dan penuh empati.”

Sementara itu, ayahnya, Tim Ganger, menuturkan bahwa Renee menjalani hidup yang bermakna, meskipun sering menghadapi tantangan.

Peran Renee di Lokasi Kejadian

Menurut pejabat kota Minneapolis, Renee datang ke lokasi sebagai pengamat hukum. Dengan peran tersebut, para relawan memantau tindakan aparat keamanan agar mereka menghormati hak-hak sipil dan mencegah terjadinya pelanggaran.

Baca Juga :  Ledakan Tambang Shanxi Tewaskan 90 Pekerja di China

Di sisi lain, ibu Renee menegaskan bahwa putrinya tidak terlibat dalam aksi perlawanan apa pun terhadap petugas imigrasi.

Tuduhan dari Pemerintah Federal

Namun demikian, pemerintah federal menyampaikan versi berbeda. Pemerintahan Presiden Donald Trump menuduh Renee mengganggu tugas petugas ICE dan bahkan menyebut tindakannya sebagai terorisme domestik.

Lebih lanjut, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengatakan bahwa Renee mengikuti dan menghalangi petugas sepanjang hari. Menurut klaimnya, Renee memblokir jalan menggunakan kendaraan dan berteriak kepada aparat. Karena itu, petugas merasa terancam dan melepaskan tembakan untuk melindungi diri.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Presiden Trump menguatkan tuduhan itu melalui media sosial dan menyebut Renee sebagai penghasut profesional.

Bantahan dari Wali Kota Minneapolis

Sebaliknya, Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, secara tegas menolak klaim pemerintah federal. Setelah meninjau rekaman video kejadian, ia menilai petugas imigrasi bertindak sembrono.

Menurut Frey, klaim pembelaan diri tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Saya telah melihat videonya sendiri, dan pernyataan itu tidak benar,” katanya.
Akibatnya, ia menilai tindakan tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Riwayat Hidup dan Pendidikan

Sebelumnya, Renee good berasal dari Colorado Springs dan sempat tinggal di Kansas City sebelum pindah ke Minneapolis. Ia memiliki tiga anak dari dua pernikahan. Suami keduanya, Tim Macklin, meninggal dunia pada 2023.

Baca Juga :  Bentrok Massa Pro dan Anti Donald Trump di Florida

Selain mengurus keluarga, Renee pernah bekerja sebagai asisten dokter gigi dan pegawai koperasi kredit. Dalam beberapa tahun terakhir, ia memilih fokus sebagai ibu rumah tangga. Di bidang akademik, ia menempuh studi penulisan kreatif di Old Dominion University, Virginia, dan meraih penghargaan dari Academy of American Poets pada 2020.

Dukungan Publik Mengalir

Seiring dengan meluasnya perhatian publik, masyarakat menunjukkan solidaritas besar kepada keluarga Renee. Penggalangan dana daring melampaui target awal 50.000 dolar AS dan berhasil mengumpulkan lebih dari 370.000 dolar hanya dalam 10 jam.

Pada akhirnya, Presiden Old Dominion University menyebut kematian Renee good  sebagai cerminan meningkatnya ketegangan dan kekerasan dalam kehidupan publik Amerika Serikat.

“Semoga kehidupan Renee mengingatkan kita pada nilai yang menyatukan: kebebasan, cinta, dan perdamaian,” tulisnya.

Sebagai catatan, lokasi penembakan Renee hanya berjarak sekitar satu mil dari tempat George Floyd meninggal dunia pada 2020. Oleh sebab itu, peristiwa ini kembali memicu diskusi nasional mengenai penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat penegak hukum.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB