Home / Internasional

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:00 WIB

Siapa Renee Good, Perempuan Tewas Ditembak Imigrasi AS

Renee Nicole Good, penyair yang memenangi sebuah penghargaan sastra di AS.

Renee Nicole Good, penyair yang memenangi sebuah penghargaan sastra di AS.

Minneapolis, iNBrita.com  — Petugas imigrasi federal Amerika Serikat menembak mati seorang perempuan dalam sebuah operasi di Minneapolis. Korban bernama Renee Nicole Good, 37 tahun, ibu tiga anak yang baru setahun terakhir menetap di kota tersebut,  dikenal sebagai penyair peraih penghargaan sastra dan pemain gitar amatir. Oleh karena itu, kabar kematiannya dengan cepat menyebar luas dan memicu reaksi keras publik. Di berbagai wilayah Amerika Serikat, warga turun ke jalan sambil membawa poster bertuliskan “Justice for Renee”.

Sosok Renee di Mata Keluarga

Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga mengenal Renee sebagai pribadi yang lembut dan penuh kasih. Ibunya, Donna Ganger, mengatakan kepada Minnesota Star Tribune bahwa putrinya kemungkinan besar merasa ketakutan saat berhadapan dengan aparat imigrasi.

Selain itu, Donna menggambarkan Renee sebagai sosok yang selalu mendahulukan orang lain.
“Dia adalah salah satu orang paling baik yang pernah saya kenal,” ujarnya.
“Renee selalu peduli, pemaaf, dan penuh empati.”

Sementara itu, ayahnya, Tim Ganger, menuturkan bahwa Renee menjalani hidup yang bermakna, meskipun sering menghadapi tantangan.

Peran Renee di Lokasi Kejadian

Menurut pejabat kota Minneapolis, Renee datang ke lokasi sebagai pengamat hukum. Dengan peran tersebut, para relawan memantau tindakan aparat keamanan agar mereka menghormati hak-hak sipil dan mencegah terjadinya pelanggaran.

Baca juga :   Doodle Curling Google Sambut Olimpiade Musim Dingin 2026

Di sisi lain, ibu Renee menegaskan bahwa putrinya tidak terlibat dalam aksi perlawanan apa pun terhadap petugas imigrasi.

Tuduhan dari Pemerintah Federal

Namun demikian, pemerintah federal menyampaikan versi berbeda. Pemerintahan Presiden Donald Trump menuduh Renee mengganggu tugas petugas ICE dan bahkan menyebut tindakannya sebagai terorisme domestik.

Lebih lanjut, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengatakan bahwa Renee mengikuti dan menghalangi petugas sepanjang hari. Menurut klaimnya, Renee memblokir jalan menggunakan kendaraan dan berteriak kepada aparat. Karena itu, petugas merasa terancam dan melepaskan tembakan untuk melindungi diri.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Presiden Trump menguatkan tuduhan itu melalui media sosial dan menyebut Renee sebagai penghasut profesional.

Bantahan dari Wali Kota Minneapolis

Sebaliknya, Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, secara tegas menolak klaim pemerintah federal. Setelah meninjau rekaman video kejadian, ia menilai petugas imigrasi bertindak sembrono.

Menurut Frey, klaim pembelaan diri tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Saya telah melihat videonya sendiri, dan pernyataan itu tidak benar,” katanya.
Akibatnya, ia menilai tindakan tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Riwayat Hidup dan Pendidikan

Sebelumnya, Renee good berasal dari Colorado Springs dan sempat tinggal di Kansas City sebelum pindah ke Minneapolis. Ia memiliki tiga anak dari dua pernikahan. Suami keduanya, Tim Macklin, meninggal dunia pada 2023.

Baca juga :   Keindahan Masjid Quba dan Ibadah Rombongan MPR RI

Selain mengurus keluarga, Renee pernah bekerja sebagai asisten dokter gigi dan pegawai koperasi kredit. Dalam beberapa tahun terakhir, ia memilih fokus sebagai ibu rumah tangga. Di bidang akademik, ia menempuh studi penulisan kreatif di Old Dominion University, Virginia, dan meraih penghargaan dari Academy of American Poets pada 2020.

Dukungan Publik Mengalir

Seiring dengan meluasnya perhatian publik, masyarakat menunjukkan solidaritas besar kepada keluarga Renee. Penggalangan dana daring melampaui target awal 50.000 dolar AS dan berhasil mengumpulkan lebih dari 370.000 dolar hanya dalam 10 jam.

Pada akhirnya, Presiden Old Dominion University menyebut kematian Renee good  sebagai cerminan meningkatnya ketegangan dan kekerasan dalam kehidupan publik Amerika Serikat.

“Semoga kehidupan Renee mengingatkan kita pada nilai yang menyatukan: kebebasan, cinta, dan perdamaian,” tulisnya.

Sebagai catatan, lokasi penembakan Renee hanya berjarak sekitar satu mil dari tempat George Floyd meninggal dunia pada 2020. Oleh sebab itu, peristiwa ini kembali memicu diskusi nasional mengenai penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat penegak hukum.

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ASEAN–Korea ke-26 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

Internasional

Indonesia Dukung Korea Selatan Jadi Mitra Strategis ASEAN
Ilustrasi untuk pemberitaan mengenai PM Shaikh Hasina.

Internasional

Pengadilan Bangladesh Vonis Mati Mantan PM Sheikh Hasina
Igor Tudor saat memimpin latihan terakhir Juventus sebelum dipecat

Internasional

Juventus Akhiri Kontrak Igor Tudor Setelah Kekalahan Beruntun
Senator Amerika Serikat bertemu Perdana Menteri Denmark di Kopenhagen

Internasional

Delegasi Parlemen AS Dukung Denmark dan Greenland
Kapal penyelamat Malaysia mengevakuasi migran Rohingya dari laut setelah kapal mereka terbalik di perairan dekat Langkawi.

Internasional

Kapal Migran Rohingya Terbalik di Perairan Malaysia
galaksi besar bercahaya di pusat ruang angkasa yang dikelilingi bintang dan galaksi lain

Internasional

Ilmuwan Temukan Mikroba Hidup Dalam Batu Purba Kuno
Ilustrasi pesawat terbang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

Internasional

Konflik Timur Tengah Ganggu Penerbangan dari Bali
Potret Achraf Hakimi, bek Paris Saint-Germain, yang akan menjalani persidangan kasus dugaan pemerkosaan di Prancis.

Internasional

Achraf Hakimi Siap Hadapi Sidang Dugaan Kasus