Home / Teknologi

Jumat, 28 November 2025 - 22:30 WIB

Siklon Senyar Picu Banjir dan Longsor di Sumatra

Sejumlah warga melintasi jalan permukiman yang terendam banjir tinggi saat proses evakuasi.

Sejumlah warga melintasi jalan permukiman yang terendam banjir tinggi saat proses evakuasi.

Jakarta, iNBrita.comSiklon Tropis Senyar yang muncul di atas Pulau Sumatra, terutama di wilayah Aceh dan Sumatra Utara (Sumut), langsung memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem. Dampaknya, banjir dan longsor terjadi di dua provinsi paling utara tersebut. Badai ini berasal dari Bibit Siklon Tropis 95B yang tumbuh di perairan sempit dan dangkal Selat Malaka.

Kemunculan Senyar membuka babak baru dinamika cuaca ekstrem di Benua Maritim Nusantara (BMN). Wilayah yang selama ini dianggap mustahil menjadi tempat lahirnya badai tropis, seperti Selat Malaka, kini justru mampu memproduksinya.

“Dalam catatan meteorologi, hanya sedikit badai yang bisa terbentuk di wilayah sempit dekat ekuator. Kasus terakhir terjadi pada Tropical Storm Vamei (2001) di Laut Natuna,” kata Klimatolog BMKG Deni Septiadi.

Deni menjelaskan bahwa Senyar mencapai status badai tropis dengan kecepatan angin 70–80 km/jam dan tekanan pusat 998–1000 mb. Struktur konveksinya yang simetris, inti pusarannya yang tertutup, dan pusat tekanannya yang jelas membuat Senyar memenuhi seluruh kriteria siklon tropis, meskipun ukurannya lebih kecil dibanding badai di Samudra Hindia.

Baca juga :   BMKG: Kerinci dan Sungai Penuh Diprediksi Hujan Sore

Fenomena Langka

Badai tropis di sekitar Indonesia umumnya muncul ketika Monsun Asia melemah. Pada kondisi itu, shear angin lebih kecil, sirkulasi lebih teratur, dan pemusatan massa udara lebih mudah terbentuk.

Menurut Deni, teori dinamika atmosfer (Holton) menjelaskan bahwa angin barat yang datang dari Samudra Hindia masuk ke Selat Malaka. Ketika aliran itu terjepit topografi, kecepatannya menurun drastis dan menciptakan konvergensi kuat.

“Angin baratan dari Samudra Hindia masuk ke Selat Malaka yang sempit sehingga kecepatannya turun secara drastis,” ujarnya.

Konvergensi tersebut meningkatkan vortisitas atau putaran angin. Efek Coriolis di lintang 5–8 derajat LU, suhu muka laut hangat, kelembapan tinggi, serta pelepasan panas laten kemudian memperkuat pusaran hingga berkembang menjadi badai. Secara sederhana, angin monsun yang tertahan di celah sempit Selat Malaka terdorong untuk berputar dan membentuk badai.

Baca juga :   PP Tunas Tegaskan Pembatasan Akses Medsos Anak

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin, juga menegaskan bahwa Siklon Tropis Senyar merupakan fenomena langka. Wilayah dekat khatulistiwa seperti Indonesia hampir tidak pernah memproduksi badai tropis.

Secara astronomis, Kota Langsa di Aceh berada pada lintang 4,5 derajat LU. Kondisi ini menjadikan Senyar sebagai badai tropis kedua setelah Vamei pada 2001 yang membantah anggapan bahwa badai tropis tidak mungkin terbentuk dekat ekuator.

Siklon Tropis Senyar menjadi pengingat bahwa era cuaca ekstrem telah tiba di kawasan tropis. Indonesia, yang selama ini dianggap aman dari badai tropis, kini harus meningkatkan kewaspadaan karena dinamika atmosfer semakin kompleks.

(VVR*)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Cuplikan gameplay Varsapura dari HoYoverse yang menampilkan karakter Hollowone bertarung menggunakan payung melawan monster.

Teknologi

HoYoverse Perkenalkan Varsapura, Game Open World Baru
Supermoon Cold Moon Desember 2025 terlihat besar dan terang di langit malam Jakarta

Teknologi

Cold Moon 2025: Supermoon Purnama Terang Desember
Dua pemain dari Real Madrid dan Bayern Munich berjalan memasuki lapangan dengan dukungan suporter di stadion UEFA Champions League.

Teknologi

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 November 2025
Antarmuka iOS 26.2 Beta 3 menampilkan peningkatan AirDrop dan desain Liquid Glass terbaru.

Teknologi

iOS 26.2 Beta 3 Hadir Dengan Peningkatan Besar
Timnas Mobile Legends Indonesia bertanding melawan Vietnam di SEA Games 2025

Teknologi

Jadwal Indonesia vs Vietnam Mobile Legends SEA Game
Roket Starship SpaceX saat uji peluncuran sebagai bagian dari persiapan misi Artemis III NASA.

Teknologi

Perkembangan Lambat Starship Ganggu Target Artemis III
Tampilan Galaxy S26+ dengan desain baru dan modul kamera bertingkat.

Teknologi

Samsung Pamer Desain Futuristik di Galaxy S26+ Terbaru
Gedung PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Jakarta, menandai investasi Rp1,2 triliun untuk PLTA Kerinci Merangin.

Teknologi

PT Bukaka Suntik Modal Rp1,2 Triliun Perkuat PLTA KMH