Jakarta, iNBrita.com — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia meminta masyarakat Indonesia calon jemaah haji menunda rencana umrah menyusul meningkatnya eskalasi antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan imbauan tersebut demi menjaga keselamatan calon jemaah. Ia menegaskan, keberangkatan sebaiknya dilakukan setelah situasi kawasan benar-benar stabil.
Bagi jemaah yang tengah berada di Tanah Suci, otoritas meminta mereka rutin berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyiapkan dukungan informasi dan perlindungan, sekaligus memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi selama berada di sana.
Maskapai telah menyatakan kesiapan menyediakan akomodasi sementara jika jadwal kepulangan tertunda. Otoritas Saudi juga memfasilitasi perpanjangan visa bagi pemegang izin tinggal yang habis masa berlakunya akibat gangguan penerbangan. Pemerintah Indonesia akan mendampingi seluruh proses hingga para jamaah kembali ke Tanah Air.
Pemerintah mengimbau keluarga di Indonesia tetap tenang karena pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan memprioritaskan keamanan warga negara.
Di sisi lain, persiapan penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Dahnil memastikan konflik tersebut belum memberi dampak berarti terhadap tahapan perencanaan maupun koordinasi teknis.
Ketegangan meningkat setelah serangan menghantam sejumlah titik di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Aksi balasan kemudian memicu dampak ke beberapa negara di kawasan seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang memiliki aset militer Amerika Serikat.
Pemerintah berharap ketegangan segera mereda sehingga aktivitas ibadah dan mobilitas internasional dapat kembali berlangsung normal.
(eny)














