Kembalinya Burung Pelanduk Kalimantan dan Konservasi Hutan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burung pelanduk Kalimantan dalam dokumentasi Panji Gusti Akbar @birdpacker. (Instagram @burungnesia.id)

Burung pelanduk Kalimantan dalam dokumentasi Panji Gusti Akbar @birdpacker. (Instagram @burungnesia.id)

Balikpapan, iNBrita.com  – Peneliti menemukan burung pelanduk Kalimantan (Malacocincla perspicillata) kembali di alam liar Kalimantan Selatan pada 2020, setelah terakhir tercatat pada 1848. “Penemuan burung pelanduk Kalimantan mengejutkan ilmuwan dan pemerhati lingkungan karena mereka sulit mengamati spesies yang populasinya sedikit itu. Salah satu peneliti mengatakan, ‘Kami sangat tertarik pada burung mungil yang dikenal sebagai the black-browed babbler ini.'”

Burung pelanduk hidup hanya di Pulau Kalimantan. Selama bertahun-tahun, peneliti kesulitan mempelajari bentuk, perilaku, dan habitatnya. Buku Birds of the Indonesian Archipelago: Greater Sundas and Wallacea menyebut spesies ini sebagai salah satu yang paling misterius di Nusantara.

Baca Juga :  Pemerintah Umumkan Jadwal Cuti Bersama ASN 2026

Para ahli menemukan bahwa burung pelanduk bertahan hidup karena hutan yang aman dan sulit dijangkau manusia. Kawasan Pegunungan Meratus menjadi lokasi ideal bagi mereka. Hutan yang masih terjaga menyediakan tempat tinggal bagi burung pelanduk dan banyak spesies endemik lainnya.

Fenomena kemunculan kembali burung pelanduk mengingatkan bahwa beberapa spesies dapat bertahan di lokasi terpencil meski manusia jarang terlihat. Kondisi ini menekankan pentingnya menjaga hutan sebagai benteng alami bagi flora dan fauna.

Baca Juga :  Wali Kota Tutup Turnamen Voli Wali Kota Cup 2026

Penemuan ini mendorong ilmuwan dan lembaga konservasi meningkatkan perlindungan hutan Kalimantan. Para peneliti kini fokus mempelajari perilaku dan jumlah populasi burung pelanduk. “Kami berharap penelitian ini membantu melindungi spesies langka sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia,” kata peneliti.

Kembalinya burung pelanduk Kalimantan memberi harapan bagi konservasi alam di Indonesia. Upaya menjaga habitat dan memantau spesies langka dapat melestarikan ekosistem dan menginspirasi masyarakat peduli terhadap keanekaragaman hayati Nusantara.

(eni)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026
Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026
Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.
Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027
TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:00 WIB

Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka

Berita Terbaru

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pertama kali dalam sejarah pemenang Piala Dunia 2026 dihadiahi cincin emas (FIFA)

Internasional

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Senin, 20 Jul 2026 - 21:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memaparkan percepatan implementasi ekspor satu pintu SDA lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jakarta, Senin (20/7/2026).(Foto: dok. YouTube Setpres)

Nasional

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 20:00 WIB