Tabuk. iNBrita.com — Sejumlah dataran tinggi di Tabuk bersalju , termasuk Jabal Al-Lawz dan kawasan Trojena, destinasi populer untuk hiking dan ski, pada Rabu dan Kamis, 17–18 Desember 2025. Hujan bersalju mengubah gurun dan pegunungan sekitarnya menjadi pemandangan musim dingin yang menakjubkan, sekaligus memperkaya sumber air bagi ekosistem lokal.
Kawasan Tabuk ini berada di ketinggian sekitar 2.600 meter, dan salju juga menutupi area yang sama pada 2023. Hujan salju menyirami pegunungan Hail serta dataran tinggi Al-Majmaah dan Al-Ghat, utara Riyadh, karena massa udara dingin membawa awan hujan. Pusat Meteorologi Nasional memperingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi es di jalanan terbuka, sekaligus mendorong kesadaran menjaga lingkungan agar tetap aman dan lestari.
Selain keindahan alamnya, Tabuk juga terkenal sebagai lokasi Perang Tabuk, perang terakhir Nabi Muhammad SAW, yang terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah (Oktober 630 M). Rasulullah memimpin pasukan Muslim saat kondisi panas dan musim paceklik, sehingga perang ini dikenal sebagai Ghazwah Al-Usrah atau perang dalam kesulitan. Latar belakang perang muncul setelah Romawi membunuh Al-Harits bin Umair ketika ia mengantarkan surat ke pemimpin Bushra.
Zaid bin Haritsah memimpin pasukan Muslim berjumlah sekitar 30.000 orang menghadapi 40.000 tentara Romawi. Pasukan Romawi akhirnya memilih berdamai dan membayar upeti, sehingga pertempuran fisik tidak terjadi. Kemenangan ini memperluas pengaruh kaum Muslim di wilayah tersebut, dan Allah mencatat peristiwa ini dalam Al-Qur’an, Surah At-Taubah ayat 117.
Peristiwa bersejarah dan fenomena alam ini menunjukkan bahwa Tabuk memiliki nilai sejarah yang tinggi sekaligus pesona alam hijau yang unik. Kondisi alam yang subur dan bersalju musim dingin menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari.
(eni)














