Singapura, iNBrita.com — Otoritas Singapura menyita puluhan ribu rokok elektrik ilegal dalam operasi besar yang mereka lakukan baru-baru ini. Nilai total barang sitaan itu mencapai lebih dari SGD 1,1 juta atau sekitar Rp14,6 miliar.
Laporan Channel News Asia pada Minggu (15/3/2026) menyebut petugas dari Health Sciences Authority (HSA) memimpin operasi tersebut. Operasi ini menghasilkan penyitaan vape terbesar sejak September 2025.
Petugas HSA menggerebek sebuah gudang komersial di kawasan Mandai pada 24 Februari 2026. Dalam penggerebekan itu, mereka menemukan hampir 67.000 perangkat alat penguap elektronik. Petugas juga menemukan berbagai komponen pendukung vape.
Petugas segera mengamankan barang-barang tersebut. Mereka menduga pelaku akan mendistribusikannya ke pasar ilegal di Singapura.
Petugas juga menangkap seorang pria berusia 29 tahun dalam operasi tersebut. Otoritas menduga pria itu mengimpor dan mendistribusikan vape ilegal.
HSA memulai operasi setelah menerima informasi intelijen. Informasi itu menyebut adanya pengiriman alat penguap elektronik ilegal.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan lanjutan. Penyelidikan itu membawa mereka ke gudang komersial di Mandai.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa tersangka mengelola gudang tersebut. Ia menggunakan lokasi itu untuk menyimpan vape sebelum mendistribusikannya.
Aturan Baru untuk Perdagangan Vape
Pemerintah Singapura terus memperketat aturan terkait vape. Parlemen negara itu menyetujui perubahan undang-undang pada 6 Maret 2026.
Aturan baru tersebut akan mulai berlaku pada 1 Mei. Pemerintah ingin memberikan efek jera kepada pelaku impor dan distribusi vape ilegal.
Saat ini, pelanggar pertama dapat menghadapi hukuman penjara hingga enam bulan. Pengadilan juga dapat menjatuhkan denda maksimal SGD 10.000.
Jika pelaku mengulangi pelanggaran, pengadilan dapat menjatuhkan hukuman penjara hingga 12 bulan. Pelaku juga dapat menerima denda maksimal SGD 20.000.
Aturan baru memberikan hukuman yang jauh lebih berat. Importir vape ilegal dapat menghadapi hukuman penjara wajib hingga sembilan tahun. Pemerintah juga dapat menjatuhkan denda maksimal SGD 300.000.
Pemasok produk ilegal juga menghadapi hukuman berat. Mereka dapat menerima hukuman penjara hingga enam tahun dan denda hingga SGD 200.000.
Pemilik Gudang Wajib Waspada
Pemerintah Singapura juga meningkatkan tanggung jawab pemilik properti. Aturan ini mencakup pemilik gudang dan unit penyimpanan.
Pemilik properti harus memastikan tempat mereka tidak menyimpan barang terlarang. Barang tersebut termasuk vape dan komponennya.
Pemerintah meminta pemilik properti memverifikasi identitas penyewa. Mereka juga harus memasukkan larangan aktivitas ilegal dalam perjanjian sewa.
Selain itu, pemilik properti perlu melakukan inspeksi berkala. Langkah ini membantu mencegah penyimpanan produk ilegal.
Jika pemilik properti mengabaikan kewajiban tersebut, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi. Denda dapat mencapai SGD 100.000 atau penjara hingga tiga tahun.
Jika pelanggaran terulang, denda dapat naik hingga SGD 200.000. Hukuman penjara juga dapat mencapai enam tahun.
Menteri Negara Senior bidang Kesehatan Singapura, Koh Poh Koon, sebelumnya menyoroti maraknya penyimpanan vape ilegal di gudang. Ia mengatakan otoritas menemukan beberapa kasus serupa dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam satu kasus, aparat menemukan vape dan komponen dengan nilai pasar gelap lebih dari SGD 5 juta.
Pengawasan Perbatasan Singapura Diperketat
Pemerintah Singapura juga memperketat pengawasan di perbatasan. Otoritas meningkatkan pemeriksaan di jalur udara, darat, dan laut.
Langkah ini bertujuan menekan penyelundupan vape. Permintaan pasar gelap masih cukup tinggi.
Selain itu, pemerintah mengawasi zat berbahaya dalam cairan vape. Salah satunya adalah etomidate.
Etomidate merupakan zat anestesi yang kadang dicampurkan dalam cairan vape. Pengguna sering menyebut campuran itu sebagai Kpods.
Pemerintah Singapura memasukkan etomidate sebagai narkotika Kelas C dalam undang-undang narkoba. Aturan tersebut memberi dasar hukum untuk menjatuhkan hukuman lebih berat.
Melalui langkah ini, pemerintah berupaya melindungi kesehatan masyarakat. Otoritas juga ingin menekan peredaran vape ilegal di negara tersebut.
(eny)









