Jakarta ,iNBrita.com – Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Terungkap. Keluarga kopilot Farhan Gunawan sempat mengira smartwatch miliknya masih aktif setelah pesawat ATR 42-500 yang ia kendalikan jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Smartwatch itu merekam 13.647 langkah, yang mereka yakini berasal dari Farhan. Pitri Keandedes Hasibuan, kakak Farhan, menyampaikan informasi itu berdasarkan laporan adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan.
Pitri mengatakan, “Ponsel dan smartwatch-nya masih bisa dilacak, jadi kami berharap tim SAR menemukan Farhan.” Ponsel dan smartwatch Farhan memang menunjukkan aktivitas saat tim SAR menyerahkan perangkat itu kepada keluarga pada Sabtu (17/1).
Tim SAR tidak menemukan tanda kehidupan di lokasi. Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, menjelaskan, “Tim kami tidak mendengar suara minta tolong atau melihat pergerakan apa pun saat menemukan ponsel korban.” Pacar Farhan memegang ponsel itu sebelum menyerahkannya ke Polda Sulawesi Selatan agar polisi membuka dan memeriksa perangkat itu.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi’i, meluruskan kabar terkait data langkah kaki di smartwatch. Ia menegaskan, data itu berasal dari beberapa bulan lalu saat Farhan berada di Yogyakarta, bukan setelah pesawat ATR jatuh. “Kami periksa rekaman langkah itu dan menemukan bahwa data itu lama. Keluarga sudah kami beri penjelasan,” ujarnya.
Syafi’i menambahkan, Basarnas memahami perasaan keluarga yang sempat berharap. “Kami memahami emosi keluarga, jadi kami menyampaikan informasi ini dengan hati-hati. Saat ini, tim kami fokus mencari Farhan dengan pesawat Boeing dan tiga helikopter sambil menunggu cuaca membaik,” jelasnya.,
(vvr)









