Jakarta, iNBrita.com – Tesla tengah menyiapkan SUV listrik terbaru dengan ukuran lebih kompak dan harga lebih terjangkau. Selain itu, pabrikan asal Amerika Serikat ini merancang model tersebut tanpa menggunakan platform dari Model Y atau Model 3.
Mengutip ArenaEV, Tesla mengembangkan mobil listrik murah ini sebagai model benar-benar baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, Tesla menghadirkan SUV ini dengan dimensi yang lebih ringkas dibanding Model Y.
Secara rinci, Tesla menetapkan panjang mobil ini sekitar 4,28 meter. Angka tersebut jauh lebih pendek dibanding Model Y yang mendekati 4,8 meter. Dengan demikian, Tesla menargetkan kendaraan ini sebagai pilihan yang lebih praktis untuk penggunaan di perkotaan.
Di sisi lain, Tesla juga memangkas bobot kendaraan untuk meningkatkan efisiensi. Untuk mencapai hal tersebut, Tesla menggunakan motor listrik tunggal serta baterai berkapasitas lebih kecil. Alhasil, strategi ini membantu Tesla menekan biaya produksi sekaligus menjaga efisiensi energi.
Selanjutnya, dari sisi harga, Tesla memproyeksikan SUV ini akan dijual lebih murah dibanding Model 3, yang saat ini menempati posisi sebagai varian entry-level di beberapa pasar global.
Sebagai perbandingan, Tesla memasarkan Model 3 di kisaran US$ 34.000 hingga US$ 37.000, atau sekitar Rp 544 juta hingga Rp 592 juta. Dengan begitu, Tesla berpeluang menjadikan model baru ini sebagai produk paling terjangkau di lini mereka.
Sementara itu, untuk tahap awal, Tesla berencana memproduksi kendaraan ini di pabrik Shanghai, China. Setelah itu, Tesla akan mempertimbangkan perluasan produksi ke Amerika Serikat dan Eropa, tergantung pada perkembangan pasar serta permintaan global.
Namun demikian, saat ini Tesla masih mengembangkan proyek SUV kompak tersebut dan belum mengumumkan jadwal peluncurannya secara resmi. Meski begitu, melalui langkah ini, Tesla berupaya kembali bersaing di segmen mobil listrik terjangkau, terutama di tengah tekanan dari kompetitor yang menawarkan harga lebih rendah.














