Home / Internasional

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:00 WIB

Trump Klaim Putin Terima Undangan Dewan Perdamaian

Putin dan Trump menggelar konferensi pers bersama usai pertemuan di Anchorage, Alaska, tahun lalu

Putin dan Trump menggelar konferensi pers bersama usai pertemuan di Anchorage, Alaska, tahun lalu

Davos, iNBrita.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Trump. Trump menyampaikan klaim itu meski Putin menyatakan masih mengkaji proposal tersebut.

Trump mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Davos, Swiss, saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF), Kamis (22/1/2026), seperti dilaporkan AFP.

“Dia diundang dan dia telah menerimanya,” kata Trump. Ia juga menyebut sejumlah pemimpin dunia lain telah menerima undangan, tanpa merinci identitas mereka.

Trump Tanggapi Kritik Tokoh Non-Demokratis

Menanggapi kritik soal mengajak tokoh non-demokratis, Trump mengakui beberapa anggota bersifat kontroversial. Namun, ia menilai hal itu tidak menjadi persoalan. “Jika saya hanya mengisi dewan ini dengan bayi, jumlahnya tidak akan banyak,” ujarnya.

Putin Masih Pelajari Proposal

Di Moskow, Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia masih mempelajari tawaran tersebut. Dalam rapat kabinet pada Rabu (21/1), Putin mengatakan dirinya telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk menelaah dokumen dari Amerika Serikat.

Baca juga :   Jepang Juara Piala Asia U-23 2026

Putin menjelaskan Rusia akan berkonsultasi dengan mitra strategis sebelum memberikan keputusan resmi terkait undangan itu.

Rusia Siap Bayar dari Aset Beku

Putin menyebut Rusia dapat membayar biaya keanggotaan tetap sebesar US$ 1 miliar menggunakan aset Rusia yang dibekukan oleh pemerintahan AS sebelumnya. Ia juga menyarankan dana itu dapat membantu pembangunan kembali wilayah terdampak konflik setelah tercapai perdamaian Rusia-Ukraina.

Peran Dewan Perdamaian Diperluas

Trump awalnya membentuk Dewan Perdamaian untuk mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza pascaperang. Namun, undangan resmi AS memperluas mandat dewan tersebut untuk menangani konflik global, tidak terbatas pada Palestina.

Baca juga :   Sugiono Kunjungi Pyongyang Perkuat Hubungan RI-Korut

Dalam draf piagam yang dikirim ke sekitar 60 negara, pemerintah AS meminta kontribusi US$ 1 miliar bagi negara yang ingin menjadi anggota permanen dengan masa keanggotaan lebih dari tiga tahun.

Piagam itu menyebut Dewan Perdamaian bertujuan mendorong stabilitas, membangun pemerintahan yang sah, dan menciptakan perdamaian jangka panjang di wilayah konflik.

Trump akan memimpin Dewan Perdamaian dan secara terpisah menjabat sebagai perwakilan Amerika Serikat.

Negara Pro dan Kontra

Puluhan negara mengaku menerima undangan Trump. Prancis dan Norwegia menolak bergabung karena menilai dewan tersebut berpotensi melemahkan peran PBB.

Sebaliknya, Indonesia dan sejumlah negara mayoritas Muslim seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Pakistan, dan Turki menyatakan siap bergabung. Israel juga telah menyatakan persetujuannya.

(Ven*)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pejabat Gedung Putih menyampaikan bahwa Amerika Serikat menolak ikut perundingan resmi G20 Afrika Selatan.

Internasional

AS Tegas Tolak Hadiri Perundingan Resmi G20 Afrika Selatan
Pemain Tottenham Hotspur berlatih menghadapi tekanan degradasi di Liga Inggris

Internasional

Tottenham Terancam Degradasi, 15 Pemain Bisa Pergi
Kalender dunia Januari 2026

Internasional

Daftar Peringatan Penting Dunia pada 6 Januari 2026
Orang-orang berjalan melewati area gedung perkantoran yang dibatasi garis polisi.

Internasional

Rusia Tembak Jatuh 287 Drone Ukraina Semalam
Gambar mansion mewah Cristiano Ronaldo di kompleks Quinta da Marinha, Portugal.

Internasional

Ronaldo Jual Mansion Mewah, Rencana Pensiun Gagal
Pemain Timnas Indonesia siap bertanding melawan Saint Kitts & Nevis di Stadion GBK, Jakarta, FIFA Series 2026.

Internasional

Indonesia vs Saint Kitts: Laga Seru FIFA Series

Internasional

Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia Raih 3 Emas di Asia
Pembalap Formula 1 melaju kencang di Sirkuit Yas Marina selama GP Abu Dhabi 2025

Internasional

Formula 1 Abu Dhabi Tentukan Juara Dunia 2025