Waspadai Batuk Saat Cuaca Tak Menentu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga memakai masker di tengah cuaca panas dan polusi udara di Jakarta. Perubahan cuaca ekstrem bisa memicu batuk dan gangguan pernapasan.

Seorang warga memakai masker di tengah cuaca panas dan polusi udara di Jakarta. Perubahan cuaca ekstrem bisa memicu batuk dan gangguan pernapasan.

Jakarta, iNBrita.com – Belakangan banyak orang Indonesia, termasuk anak-anak, mengalami batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Kondisi ini dipicu oleh perubahan cuaca yang tidak menentu serta kualitas udara yang menurun. Berikut tiga penyebab utama batuk di musim pancaroba.

  1. Perubahan Suhu Mendadak
    Cuaca panas ekstrem melanda beberapa wilayah Indonesia, dengan suhu mencapai 37,6°C. Namun, suhu bisa turun drastis hingga 26–30°C saat hujan. Perubahan suhu yang tiba-tiba ini sering memicu batuk kering saat panas dan batuk berdahak saat udara dingin.

  2. Polusi Udara
    Hujan tidak sepenuhnya menghilangkan polusi. Partikel debu dan polutan bisa kembali ke udara setelah hujan reda, memperburuk kondisi tenggorokan, terutama pada orang yang sensitif terhadap debu atau jamur.

  3. Kurang Terhidrasi
    Cuaca panas membuat tubuh cepat kehilangan cairan. Saat kurang minum, produksi air liur menurun dan tenggorokan terasa kering, menyebabkan batuk kering dan iritasi.

Baca Juga :  Hentikan Mager, Jaga Jantung dengan Gaya Hidup Sehat

Untuk meredakan gejala batuk, wybert Herbal Batuk bisa menjadi solusi alami. Mengandung bahan aktif 100% natural, produk ini aman untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Wybert juga telah tersertifikasi BPOM dan Halal MUI.
Varian wybert Herbal Batuk Plus (Sachet) praktis dibawa ke mana saja dan membantu meredakan batuk, pilek, hidung tersumbat, serta sakit tenggorokan.

Baca Juga :  Minum Kopi Pagi Turunkan Risiko Kematian Dini

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB