Jakarta, iNBrita.com – Tahun Baru Imlek tahun ini menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa. Masyarakat merayakan momen ini bukan sekadar mengganti tahun, melainkan juga membuka awal energi baru yang mereka yakini akan memengaruhi perjalanan hingga Imlek berikutnya.
Makna Tahun Kuda Api
Tahun Kuda Api diyakini membawa dinamika tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak orang memanfaatkan momentum ini untuk berani mengambil peluang baru. Meski demikian, mereka juga diingatkan agar tetap mengendalikan emosi dan mempertimbangkan setiap keputusan dengan matang.
Selain merayakan kebersamaan keluarga dan berbagi angpao, masyarakat juga menjaga berbagai pantangan saat Imlek. Mereka menjaga berbagai pantangan untuk mempertahankan energi positif di awal tahun sekaligus menghindari hal-hal yang mereka anggap dapat mengurangi keberuntungan.
Pantangan Soal Keuangan
Menagih atau meminjam uang
Banyak orang menunda urusan utang piutang karena ingin memulai tahun dengan hati tenang. Mereka percaya aktivitas menagih atau meminjam uang dapat membawa beban finansial sepanjang tahun.
Menjaga Ucapan dan Emosi
Mengucapkan kata-kata negatif
Masyarakat menghindari ucapan bernada buruk seperti sakit, kematian, atau kemiskinan. Mereka memilih menyampaikan doa dan kata-kata positif demi membuka tahun dengan harapan cerah.Bertengkar atau menangis
Keluarga berusaha menjaga suasana tetap damai. Mereka menyelesaikan konflik dengan kepala dingin agar tidak merusak awal tahun. Orang tua juga cenderung menenangkan anak yang menangis tanpa memarahinya.
Aturan di Dalam Rumah
Menyapu dan membuang sampah
Sebagian orang menunda kegiatan menyapu atau membuang sampah karena percaya tindakan itu dapat mengusir rezeki. Jika harus membersihkan rumah, mereka menyapu dari luar ke dalam dan menahan sampah hingga beberapa hari kemudian.Memberi angpao saat penerima masih tidur
Orang-orang menunggu hingga penerima bangun sebelum memberikan angpao atau hadiah. Mereka menghindari membangunkan orang secara tergesa-gesa karena khawatir membawa makna kurang baik.Minum obat tanpa kebutuhan mendesak
Sebagian masyarakat menunda konsumsi obat jika tidak dalam kondisi mendesak. Mereka percaya tindakan itu bisa melambangkan sakit berkepanjangan, meski tetap mengutamakan kesehatan bila memang diperlukan.
Pantangan Terkait Makanan dan Kunjungan
Makan bubur
Banyak keluarga tidak menyajikan bubur pada hari pertama Imlek. Mereka menganggap hidangan tersebut kurang melambangkan kemakmuran.Mengunjungi keluarga istri di hari pertama
Dalam tradisi lama, pasangan yang telah menikah merayakan hari pertama bersama keluarga suami. Mereka biasanya mengunjungi keluarga pihak istri pada hari kedua.
Benda yang Sebaiknya Dihindari
Menggunakan benda tajam
Sebagian orang menunda penggunaan gunting, pisau, atau jarum. Mereka juga tidak memotong rambut pada hari pertama karena percaya benda tajam dapat “memotong” keberuntungan.Memberi hadiah tertentu seperti jam atau payung
Saat berkunjung, tamu memilih buah tangan dengan hati-hati. Mereka menghindari memberikan jam atau payung karena mengaitkannya dengan makna simbolis yang kurang baik.
Meski tidak semua orang mempraktikkan pantangan tersebut, banyak keluarga tetap melestarikannya sebagai bagian dari tradisi. Mereka menjadikan kebiasaan ini sebagai cara menjaga harmoni dan menumbuhkan harapan baik di awal tahun baru.














